13 Panduan Standarisasi Berkendara Berkelompok Yang Dikeluarkan Oleh IMI

13 Panduan Standarisasi Berkendara

Terdapat 13 panduan standarisasi berkendara berkelompok yang dicantumkan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dalam buku dan video Panduan Berkendara Sepeda Motor Berkelompok.

Sebagaimana diketahui, IMI telah meluncurkan buku dan video tentang Panduan Berkendara Sepeda Motor Berkelompok beberapa waktu lalu. Peluncuran dilakukan digedung MPR/DPR RI, Jakarta dan diresmikan oleh Ketua MPR, Bambang Soesatyo.

Setidaknya ada 13 panduan standarisasi berkendara berkelompok yang dituangkan IMI dalam buku dan video Panduan Berkendara Sepeda Motor Berkelompok tersebut. Diantaranya adalah :

Loading...


1. Pengarahan

  • Absensi atau pendataan peserta touring
  • Pengarahan aturan emas yang meliputi jaga jarak aman, dilarang menyalip dari kiri, dilarang menyusul pimpinan rombongan, penentuan waktu perbaikan kendaraan, istirahat setiap 2 jam berkendara, tidak mengatur lalu lintas, tidak makan saat berkendara, dan tidak menggunakan strobo atau sirine
  • Pengarahan rute yang dilalui, kondisi jalan, prakiraan cuaca, tempat istirahat, dan titik pemberhentian akhir
  • Pengarahan evaluasi baik dari kegiatan saat itu atau kegiatan sebelumnya
  • Pengarahan formasi dan urutan peserta, utamanya peserta wanita, peserta yang kurang berpengalaman, dan berboncengan di depan di belakang pimpinan
  • Pengenalan fungsi seluruh peserta dan pengurus perjalanan
  • Berdoa sebelum memulai perjalanan. 

2. Pengarahan Isyarat Tangan

Wajib memahami soal berkomunikasi menggunakan isyarat tangan baik secara internal kelompok maupun eksternal, ke pengguna jalan lain menggunakan tangan kiri.

Loading...


3. Perlengkapan Keselamatan Berkendara

Seluruh peserta wajib mengenakan: helm pribadi bersertifikasi SNI, jaket iklim tropis yang lengkap dengan pelindung, sarung tangan dengan pelindung, celana panjang pelindung, dan sepatu yang menutupi mata kaki.

4. Menjalankan Rombongan

Loading...


  • Pimpinan memberi sinyal berupa tiupan peluit panjang tanda persiapan awal
  • Peluit 2 kali sebagai isyarat memposisikan motor di belakang pimpinan
  • Pimpinan angkat tangan kiri, diikuti peserta paling belakang, kemudian estafet hingga peserta di belakang pimpinan sebagai tanda semua peserta sudah siap.

5. Masuk Badan Jalan

Wajib formasi satu baris dan berjalan di sisi kiri
Kecepatan rendah sampai semua rombongan masuk badan jalan hingga siap melakukan perjalanan.

6. Formasi satu baris dan zig-zag

Loading...


  • Formasi satu baris pada saat hendak menyusul, menikung, dan berhenti di pinggir jalan
  • Formasi zig-zag dalam keadaan lalu lintas tidak padat, supaya jarak pandang luas dan menjaga jarak pengereman dalam kondisi darurat.

7. Menyusul
Teknis menyusul wajib dilakukan satu per satu dan hanya dari satu sisi sesuai arahan pimpinan.

8. Posisi berbelok
Saat berbelok wajib kembali dalam formasi satu baris dan membentuk pola huruf L atau ikuti marka jalan yang ada.

9. Berhenti di lampu lalu lintas

Loading...


  • Ketika berhenti di lampu lalu lintas ubah formasi zig-zag menjadi dua baris.
  • Ketika lampu hijau peserta yang jalan lebih dahulu adalah yang berhenti lebih dulu.

10. Terputus di lampu lalu lintas

Peserta yang tertinggal membunyikan klakson sebagai isyarat ke peserta di depannya, untuk diestafetkan ke pimpinan rombongan. Sehingga pimpinan akan mengurangi kecepatan atau menepi, sampai seluruh peserta bergabung kembali. Peserta tertinggal tidak perlu menyusul dengan tergesa-gesa.

11. Pemberhentian darurat

Loading...


Wajib berhenti di sisi paling kiri dengan formasi 1 baris dan wajib nyalakan hazard. Matikan hazard saat memulai kembali perjalanan.

12. Mengisi BBM

Antre di SPBU dalam dua baris dan dibayar dalam satu transaksi. Ketika pengisian selesai peserta wajib parkir di lokasi yang tidak mengganggu pengguna jalan lain.

Loading...


13. Memarkirkan kendaraan

Pimpinan rombongan akan mengevaluasi lahan parkir yang cukup bagi seluruh peserta, agar bisa parkir nyaman dan tidak mengganggu pengguna lain. Formasinya bisa berbanjar atau berbaris, dan tidak boleh melewati pimpinan.

Loading...


1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here