Taddabur Trip, Bro Aldi : Mendekatkan Diri Pada Sang Pencipta

Tadabbur Trip

Solo Riding menuju 0 kilometer di Sabang sudah dicita-citakannya sekaligus menjadi sarana Taddabur Trip akan kekuasaan dan ke Maha an ALLAH SWT.

“Semua yang kita punya, kepintaran, harta dan segala yang membanggakan dunia tidak ada artinya dengan kekuasaan Allah. Ketika mental kita drop di perjalanan (beberapa kali hujan badai dan angin kencang) tempat bergantung hanya Allah.” Hikmah perjalanan itu di dapat oleh Bro Gusti Adhitya Renaldi, pria 43 tahun yang gemar otomotif.

Solo Riding menuju 0 kilometer di Sabang sudah dicita-citakannya sekaligus menjadi sarana Taddabur alam akan kekuasaan dan ke Maha an ALLAH SWT. Bagaimana tidak? Setiap detik dan setiap kilometer yang dilalui berpotensi fatal jika kita tidak bersandar kepada ALLAH SWT.

Loading...


Apa yang harus dibanggakan, jika saat setiap detikmu begitu berharga dan tidak diisi dengan hal yang manfaat? “Touring ini tidak sekedar pembuktian bahwa saya bisa, tapi lebih kepada mengagungkan nilai seni indah yang diciptakan ALLAH SWT untuk Indonesia,” ujar pria dengan sapaan Bro Aldi.

Tadabbur Trip

Bagi Bro Aldi, ini adalah touring religi. Ketika kendaraan menjadi sarana kebaikan dan manfaat, sekaligus mengantarkan untuk lebih memahami makna hidup dan Kuasa ALLAH, maka niat itupun dilaksanakan pada 5-19 Juli 2020 lalu.

Loading...


“Saya mau menjadikan sarana dunia untuk beribadah. Motor itu dunia. Saya safar jauh dan sendiri meningkatkan tawakal dan mengagungkan ciptaan Allah. Saya banyak dosa. Selama perjalanan, saya berdoa dan berharap semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya. Karena waktu safar adalah saat dimana doa itu mustajab,” tegasnya.

Perjalanan dimulai dari Kemang, Jakarta Selatan pukul 22:00. Dalam agendanya, hari pertama Bro Aldi akan menyusuri Jakarta-Bengkulu. Sampai di Merak Dermaga Eksekutif jam 00:30 malam. Bro Aldi Ambil penyeberangan jam 03:00. Sementara istirahat di pelabuhan dan di ferry.

Jam 7 pagi sudah masuk Bandar Lampung. Ia melanjutkan perjalanan melalui rute Taman Nasional Bukit Barisan Selatan menuju Krui, Bintuhan, Manna, dan Bengkulu.

Loading...


Keesokan harinya, Bro Aldi melanjutkan perjalanan dari bengkulu menuju Padang. Usai sholat Shubuh, mesin Yamaha Xmaxnya kembali menyala. Seiring putaran roda, ia pun mulai bergerak menuju Muko Muko. Perjalanan sedikit menuntut konsentrasi karena di kawasan Lunang, kondisi jalan sedang dalam perbaikan. Kondisi jalan yang kurang bersahabat, membuat energi lebih cepat terkuras.

“Analoginya, kita kudu khusyu lewati jalanan yang seperti itu, heheheh….,” katanya.

Siang hari, Bro Aldi melintasi pesisir. Tiba di Kawasan Mandeh di sore hari, keindahan sunset seolah menyambutnya. Inilah tadabur alam yang bro Aldi rasakan. Malam hari, ia tiba di Padang.

Loading...


Eksplore Sumatera Barat

Hari ketiga dan keempat jadi hari dimana Bro Aldi mengagendakan untuk explore keindahan Sumatera Barat. Mulai dari Padang – Solok – Singkarak – Batusangkar hingga Bukittinggi.

Tadabbur Trip

Loading...


“Tak berhentinya bibir ini mengagungkan ALLAH SWT atas keindahan yang diciptakanNya. Dan saya sangat menyarankan untuk para bikers agar bertandang ke Sumatera Barat. Wallahi… Indah luar biasa. AllahuAkbar,” ucapnya semangat menceritakan Taddabur Trip yang ia lakukan.

Hari kelima, Bro Aldi mulai meninggalkan Sumatera Barat dan masuk ke wilayah Sumatera Utara. Dari Bukittinggi ia bergerak menuju Padang Sidempuan, memasuki hutan di daerah Madina (Mandailing natal).

Tadabbur Trip

Loading...


Di pertengahan tahun, petani durian mulai memanen hasil kebunnya. Saat itu, harga durian di sana terbilang cukup murah. “Syurga bagi pecinta durian,” ucap Bro Aldi.

Usai menikmati durian, Bro Aldi melanjutkan perjalanan sampai daerah Tele, Kabupaten Dairi. “Kondisi jalannya rusak parah dan agak sulit bagi yang belum terbiasa dengan medan seperti ini dan harus extra waspada. Jalur turun menuju Sidikalang dengan cuaca yang sejuk namun sangat disayangkan, kota sesejuk ini saya tidak menemukan hotel dengan fasilitas yang sesuai standart.”

Perjalanan di hari pertama melintasi Sumatera Utara pun berakhir. Jelang jam 6 sore Bro Aldi menghentikan perjalanan untuk bermalam di kota Sidikalang.

Loading...


Hari berikutnya, usai menunaikan sholat fardhu Shubuh, ia kembali bergerak meninggalkan Sidikalang menuju Banda Aceh. Ia memasuki kawasan hutan yang cukup gelap menuju Subusallam. Di sana ada chack point Covid 19. Lepas itu, Bro Aldi kembali bergerak menuju arah Tapak Tuan.

Saat istirahat di Meulaboh, ia dijamu teman-teman sunnah di Meulaboh sebelum melanjutkan perjalanannya menuju Puncak Geurutee dan turun ke kota Banda Aceh.

“Alhamdulillah, sampai di Masjid Raya Baitussalam sebelum Magrib. Jalan di provinsi Aceh sangat bagus dan lebar. Waspada hewan ternak melintas. Beberapa kali touring ramai-ramai, sepertinya saya lebih cocok untuk solo riding karena bisa lebih menikmati perjalanan dan menentukan destinasi mana yang mau saya tuju,” ujar Bro Aldi yang menjadikan solo touring sebagai sarana pemecahan masalah dan lebih muhasabah diri.

Loading...


Tadabbur Trip

Hari ketujuh, Bro Aldi mewujudkan cita-citanya yakni menapakkan kaki di 0 Kilometer Indonesia di Sabang.

Di hari berikutnya, Bro Aldi berjumpa dengan teman-teman Vespa dari Padang dan dijamu oleh teman Riding ketua HDCI Banda Aceh, Bro Fariz, di Banda Aceh. Lanjut di hari ke Sembilan rute Banda Aceh – Medan, Bro Aldi diportal rekan-rekan di Lhokseumawe, Bro Alan dan teman-teman. Di  Langsa ia diportal oleh Bro Ekky dan kawan-kawan dan di Medan oleh teman-teman XOS, yakni Bang Nova dan kawan-kawan.

Loading...


Tadabbur Trip

Dalam agenda Taddabur Trip nya, Bro Aldi memutuskan untuk mengeksplor Sumatera Utara di hari ke 10-11 dalam agenda touringnya. “Namun searah jalan kembali ke Jakarta dengan rute yang berbeda yakni Medan – Parapat – Danau Toba – Duri,” jelasnya.

Hari ke 12 dan 13 ia bergerak menuju Palembang melalui jalur Duri – Pekan Baru – Jambi. Di hari ke 15 kembali ke Jakarta.

Loading...


Yaa. Total 15 hari waktu yang dihabiskan Bro Aldi untuk mengutip hikmah hidup, yakni Ke-Maha-an ALLAH SWT dan bersyukur atas apa yang sudah ALLAH SWT berikan.

“Dunia hanya sesaat, ketika kita bisa menjadikan apa yang kita miliki untuk lebih mendekatkan diri kepada ALLAH SWT saran saya jangan menunggu dan segera lakukan,” tegas Bro ALdi.

See u on the next trip… Taddabur Trip (Perjalanan Berfikir). Basyit

Loading...