Smart SIM

Apa Itu ‘Smart SIM’? Ini Penjelasannya

Sobat Zonbie pernah mendengar tentang ‘Smart SIM’? Smart SIM merupakan metode baru pada Surat Izin Mengemudi (SIM).

Pada SIM ini akan diberlakukan sistem poin, dimana poin ini akan menghitung jenis pelanggaran yang dilakukan pengemudi dijalan raya.

Sistem ini memang sudah diberlakukan di negara-negara maju, seperti di Eropa, Amerika, atau Hong Kong untuk di Asia.

Setiap negara memiliki kebijakan berbeda, ada yang menganut sistem pengurangan poin ada yang penambahan poin. Tapi intinya sama, poin menentukan kelayakan seseorang memiliki SIM.

Para pengendara di Indonesia juga akan merasakan hal yang sama, seperti para pengendara kendaraan bermotor di negara maju saat metode SIM ini diberlakukan.

Pada saat Smart SIM diterapkan nanti, akan ada sistem poin yang diberlakukan. Kasubdit SIM Dirjen Korlantas Polri, Kombes Pol Hery Sutrisman, mengatakan sistem poin pada Smart SIM tak jauh berbeda dengan yang sudah diterapkan di negara maju.

“Ini masih dalam tahap pembicaraan, regulasi sampai saat ini masih terus digodok karena masalah sistem poin seperti apa dan bagaimana itu nanti bukan Polri yang menentukan, tapi juga kehakiman dan lain-lainnya,” papar Hery, seperti dikutip dari laman resmi NTMC Polri.

Setiap pelanggaran, nantinya akan terekam dalam sistem pendataan Traffic Attitude Record (TAR). Pelanggaran lalu lintas itu akan tercatat secara otomatis dan dikenakan poin.

Pelanggaran ringan akan dikenai 1 poin. Sedangkan pelanggaran sedang 3 poin dan pelanggaran berat 5 poin. Setiap pengendara hanya diberikan 70 poin untuk batas pelanggaran, dengan maksimal 5 kali pelanggaran berkendara.

Pelanggaran yang tercatat dalam TAR tersebut akan berdampak pada De Merit Point System (DMPS) pemilik SIM. Sistem ini disebut, bisa menjadi evaluasi sekaligus menerapkan sistem reward and punishment kepada pengemud atau pemilik SIM sendiri.

Bentuk reward and punishment:

  1. Tanpa Uji, diberikan untuk pemilik SIM yang tidak pernah melakukan pelanggaran atau memiliki poin kurang dari 12 poin.
  2. Uji Ulang, diberikan untuk pemilik SIM yang pernah terlibat dalam kecelakaan (tersangka) atau memiliki poin lebih dari 12 poin.
  3. Cabut Sementara. Kepemilikan SIM akan dicabut sementara sesuai dengan keputusan pengadilan. Ini diberikan untuk pemilik SIM yang mengemudi secara ugal-ugalan dan mengabaikan road safety seperti menggunakan narkoba, mengonsumsi miras atau kebut-kebutan saat berkendara.
  4. Cabut Seumur Hidup. Sistem ini diberlakukan untuk pemilik SIM yang melakukan tabrak lari.
Comments
Shares