Asinan Betawi, Segar Tapi Jangan Dikonsumsi Saat Akan Touring

Dari berbagai daerah nusantara, tentu punya kuliner khas daerah masing-masing. Salah satunya adalah Betawi atau Jakarta. Kuliner asal Ibu Kota ini banyak ragam pilihannya. Namun, tahu kah Sobat Zonbie kalau beberapa kuliner khas ini bisa menyebabkan penyakit yang bisa mengganggu kenyamanan bikers khususnya penyuka touring. Kuliner apakah itu?

Menurut informasi kesehatan, memang hampir sebagian makanan bisa menyebabkan penyakit, begitu pula dengan kuliner khas. Penyakit tersebut biasanya dihasilkan dari bahan baku dan cara pengolahan yang kurang sempurna.

Kembali kepada kuliner khas Jakarta yang bisa menyebabkan penyakit khususnya buat bikers yang akan melakukan touring jarak jauh. Kuliner tersebut adalah Asinan Betawi yang banyak dijual di beberapa wilayah di Jakarta.

Dari segi tampilan, menu makanan penutup ini memang menggiurkan sangat menggoda lidah untuk mencicipinya. Ada dua macam asinan, yaitu buah dan campur. Asinan campur terdiri dari toge, kol, irisan timun, daun selada, tahu, taburan kacang tanah, kerupuk mie dan merah. Semua campuran itu disiram dengan bumbu kacang, asam dan cuka serta gula merah cair.

Sobat Zonbie bisa membeli atau mendapatkannya di Asinan H. Asmuni di bilangan Pasar Jangkring, Pisangan Jatinegara atau di Asinan Kamboja, Rawamangun, Jakarta Timur. Dari tempat penjual ini, Sobat Zonbie bisa mendapatkan sebungkus asinan dengan harga Rp 13 ribu.

Ternyata, dari rasa segar dari rasa asam, asin dan pedasnya asinan, kuliner diharamkan untuk dikonsumsi oleh bikers yang akan touring jarak jauh. Karena menurut ahli kesehatan, terlalu banyak makan asinan bisa menyebabkan sakit perut atau diare. Terlebih buat para bikers yang akan melakukan riding jarak jauh. Diare akan membuat penderitanya menjadi sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer dan ini akan sangat menganggu perjalanan touring.

Penanganan diare terutama ditujukan agar tidak terjadi dehidrasi dengan cara minum dipersering dengan volume sedikit-sedikit, atau dapat menggunakan oralit. Tanda-tanda dehidrasi adalah mata cekung, mulut kering, kehausan, lemas.

Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari (akut), namun pada sebagian kasus dapat memanjang hingga berminggu-minggu (kronis). Pada umumnya, diare tidak berbahaya jika tidak terjadi dehidrasi. Namun, jika disertai dehidrasi, penyakit ini bisa menjadi fatal, dan penderitanya perlu segera mendapat pertolongan medis.

Comments
Shares