Astrea Prima Indonesian Community Touring Sambil Berbagi Hingga ke Jawa Tengah

Astrea Prima Indonesian Community

Para bikers dari Astrea Prima Indonesian Community (APIC), akhir pekan lalu lakukan perjalanan touring dengan tema ‘Fun and Charity’.

Astrea Prima Indonesian Community

Dalam kesempatan tersebut, APIC tak hanya menikmati perjalanan touring dengan tujuan akhir Yogyakarta. Tetapi, ada misi aksi sosial dalam kegiatan touring itu.

Loading...


“Spull magnet, busi, oli, ban dalam, hingga sikring aki pun sudah kami siapkan. Maklum motor ini sudah berusia lebih dari 30 tahun, beberapa part agak susah dicari, jadi kami harus membawa perbekalan part tersebut, ujar Bro Abdul Basyit, Ketua Umum APIC.

Memulai perjalanan dari kota Bekasi pada hari Minggu (30/9), APIC menyusuri ruas jalan Pantai Utara (Pantura) menuju kota Banyumas di Purwokerto. Meski sempat beberapa kali salah satu anggotanya mengalami masalah pada Honda Astrea Prima yang digunakan, tidak menurunkan semangat para Bikers ini untuk menjalin kebersamaan hingga sampai tempat tujuan.

“Kami mewajibkan para Bikers menggunakan kelengkapan berkendara seperti helm, jaket, sepatu, sarung tangan dan buff. Helm minimal half face dengan penutup mulut dan hidung, sepatu minimal tingginya harus semata kaki, karena itulah sejatinya alat pelindung diri, jelas Supriyadi, Pembina dari APIC.

Loading...


Di Banyumas, bikers pengguna Honda Astrea Prima ini singgah di kediaman salah satu kerabat dari Ketua Umum APIC, Bro Abdul Basyit. Di kota ini, APIC memulai kegiatan sosial pertamanya. Mushola Abdusshomad jadi target aksi sosial para bikers pengguna motor Honda lawas ini.

Baca juga : Forum Masyarakat Bikers dan Transportasi Indonesia, Desak Pemerintah Wujudkan Kapal Ro Ro Dumai – Malaka

Loading...


Usai melaksanakan kegiatan sosial di Mushola Abdusshomad, bikers APIC melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta. Dalam perjalanan rombongan APIC yang berjumlah 15 motor ini, menyempatkan diri untuk singgah di Mushola Ibnusabil yang berada di desa Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah.

Mushola ini di jaga oleh seorang marbot bernama Suparno. Ada cerita menarik dari sosok Suparno yang menjadi marbot di Mushola ini.

Suparno merupakan seorang pensiunan Air Traffic Controler (ATC) Bandara Soeta. Dulu ia bersama adiknya yang berprofesi sebagai seorang dokter memutuskan membuat sebuah mushola dari uang yang mereka kumpulkan.

Loading...


Sang adik tidak memiliki keluarga (Istri dan anak) ia ingin mushola yang dibangun bersama kakaknya bisa menjadi sedekah jariyahnya. Kini sang dokter telah berpulang. Tinggal Suparno yang terus menjaga mushola ini. Beberapa fasilitas rumah rapuh dan perlu diganti. Tapi kemampuannya dari hasil memulung rongsok dan menjualnya tidak lagi mencukupi. Mushola yang dijaga ini, juga menyediakan kopi gratis bagi para musafir yang ingin beribadah dan juga singgah beristirahat di Mushola.

Ini yang menjadi alasan utama para bikers APIC, dalam melakukan kegiatan touring sambil berbagi ini. Dalam kesempatan tersebut para Bikers APIC memberikan bantuan kepada Suparno, bantuan diterima oleh istri Suparno dikarenakan Suparno sendiri tengah bekerja mencari barang rongsok.

Setelah memberikan bantuan kepada Suparno, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Bantul, Yogyakarta. APIC mengunjungi Desa Wisata Tembi yang ada di Bantul. Memasuki Yogyakarta, apik disambut oleh para Bikers dari APIC chapter Yogyakarta. Di Bantul para APIC juga disambut oleh bikers dari D’Raptors Yogyakarta.

Loading...


Astrea Prima Indonesian Community

Aksi sosial APIC belum berakhir. APIC menyambangi Panti Asuhan Bina Siwi yang berada di Bantul, Yogyakarta. Lagi-lagi APIC menyalurkan bantuannya kepada para penghuni panti tersebut.

Touring berbagi ini merupakan kegiatan perdana bagi APIC. Perjalanan jauh ratusan kilometer ini juga jadi ajang pembuktian, bahwasanya meskipun motor yang digunakan memiliki usia yang tua, namun terbukti handal di jalan.

Loading...


Motor ini terbilang tangguh dan irit. Bahkan minim trouble jika kondisi mesin dalam keadaan standart bawaan pabrik. APIC memang memiliki menerapkan peraturan orisinalitas pada motor-motor membernya. Ini adalah motor klangenan atau kenangan bagi kami, saya yakin banyak orang memiliki kenangan dengan motor ini, karenanya motor ini legend dan sukses di masanya, jelas Bro Riyan, Humas APIC.

Kegiatan touring dan berbagi ini didukung penuh oleh JNE Express. Prseiden Direktur JNE Express Mohamad Feriadi sangat menyambut kegiatan yang dilakukan oleh APIC.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan zero accident di jalan. Artinya SOP berkendara serta safety riding sudah diterapkan dengan baik. sesuai dengan tagline JNE yaitu Connecting Happiness, APIC membantu membawa kebahagiaan ditengah pandemic ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada para biker tangguh di APIC, dengan usia motor yang tidak muda namun performa kendaraan masih sesuai namanya, Prima,” ujar Mohamad Feriadi.

Loading...


Dalam perjalan touring perdana Astrea Prima Indonesian Community ini, mereka juga ditemani oleh rekan-rekannya dari JRiders dan juga THOR Riders.

“Alhasil, tiga lokasi donasi telah selesai dilakukan dalam waktu 3 hari di tiga kota yang berbeda. Motor tua, dengan niat yang membara membantu sesama dan membawa bahagia, InsyaAllah ini akan menjadi pembuka untuk kegiatan donasi ke beberapa wilayah di Indonesia dengan motor yang menjelang langka ini. Tua tapi berharga,” tutup Basyit.

Loading...