Barong Balakosa 1978 Crew

Barong Balakosa 1978 Crew, Kisah Bikers Yang Pertahankan Seni dan Budaya Asli Daerahnya

Siapa sangka Sob pertunjukan aksi tarian barong pada Pekan Kebudayaan Nasional yang diadakan di Istora Senayan kemarin, dibawakan oleh para Bikers yang berasal dari kota Pasuruan Jawa Timur. Para Bikers tersebut menamakan dirinya Barong Balakosa 1978 Crew.

Barong Balakosa 1978 Crew

Berangkat dari panggilan jiwa untuk melestarikan kebudayaan daerah, para Bikers ini bergabung dengan sanggar seni bernama Purbojoyo yang berada di Kota Pasuruan Jawa Timur. Bikers-Bikers tersebut hadir dari berbagai komunitas atau klub motor di Pasuruan.

Sanggar Purbojoyo sendiri merupakan sanggar seni yang dimiliki keluarga dari Bro Leksono Sany Z atau akrab disapa Bro Kentank. Sanggar ini spesial menampilkan tarian Barong khas Jawa Timur.

“Sanggar ini milik keluarga dan turun-temurun hingga kini saya yang memimpinnya, di sanggar ini kami berkreasi dan terus mempertahankan kesenian asli dari daerah kami.” Jelas Bro Kentank.

Bro Kentank sendiri juga seorang Bikers yang aktif di Komunitas Suzuki Thunder (KOSTER) Indonesia Korwil Pasuruan. Karena sering berkumpul dengan Bikers-Bikers di Pasuruan pada akhirnya banyak Bikers yang mengenal dirinya.

Barong Balakosa 1978 Crew

Mengetahui dirinya merupakan pemilik dari sanggar Purbojoyo, banyak Bikers yang berinisiatif untuk meminta bergabung dengan sanggar demi melestarikan kesenian dan kebudayaan daerah.

Salah satu Bikers yang bergabung dengan Sanggar Purbojoyo adalah Bro Aditya. Bikers yang akrab disapa dengan panggilan Bro Ndiss ini merupakan Bikers yang berasal dari Pasuruan StreetFire Community (Passific).

“Saya bergabung dengan sanggar karena terpanggil, kalau tidak kita yang melestarikan seni dan kebudayaan daerah kita sendiri, siapa lagi? Untuk itu saya bergabung dengan sanggar.” Tukas Bro Ndiss.

Barong Balakosa 1978 Crew

Dalam beberapa kesempatan Barong Balakosa 1978 Crew kerap diundang tampil di beberapa kota tetangga kota Pasuruan seperti Malang atau beberapa kota lainnya. Untuk menuju lokasi, para Bikers ini kerap berkonvoy menuju lokasi acara meski panitia telah menyiapkan kendaraan mobil untuk mengangkut mereka.

Baca juga : Jamnas SSFC 7 Jogjakarta, Semarak dan Berhadiah

“Ya dasarnya kami berasal dari Bikers yang hobi dengan motoran, maka kami sering menggunakan sepeda motor untuk menuju lokasi acara undangan yang berada di kota-kota tetangga. Meskipun panitia acara telah menyiapkan mobil untuk kami.” Ujar Bro Kentank.

Banyak suka duka yang dialami oleh para Bikers yang mempertahankan seni dan kebudayaan daerah ini. Mereka pun kerap sekali menerima undangan tanpa adanya bayaran. Mereka melakukannya dengan rasa ikhlas dan tanpa rasa kecewa sekali pun.

Barong Balakosa 1978 Crew

“Kita ikhlas dalam menjalankan kegiatan kami, masalah bayaran kami pun sering sekali tampil tanpa bayaran, panitia hanya menyediakan makanan bagi kami. Kami senang dan tetap ikhlas menjalaninya, kami menyebutnya ‘Goni’ singkatan dari Ono Sego Muni (Ada nasi baru bunyi). Bagi kami masalah bayaran tidaklah terlalu penting, yang penting kami bisa tampil dan bisa mempersembahkan kepada masyarakat bahwasanya kesenian daerah dari Pasuruan ini tetap ada dan menunjukkan dari kami-kami lah yang melestarikannya.” Pungkas Bro Kentank.

Sangat luar biasa ya Sob, apa yang dilakukan oleh Bro Kentank dan kawan-kawannya, ini bisa jadi inspirasi positif bagi Sobat Zonbie semua. Tentu saja ini merupakan kegiatan positif yang patut kita semua apresiasi.

Barong Balakosa 1978 Crew

Comments
Shares