Sejarah Singkat Bimota SB2, Hasil Kawin Silang Italia dan Jepang

Bosen ngomongin motor baru, yuk Zonbie ajak nostalgia ke era 70-an, tepatnya dengan membahas Bimota SB2  tahun 1977. Saat itu, SB2 dianggap sebagai loncatan revolusioner, karena Massimo Tamburini, sebagai perancang, mampu melompati tren di jamannya.

Oiya, buat Sobat Zonbie yang penasaran akan judul di atas, nih sedikit penjelasannya. Bimota sebenarnya merupakan pabrikan motor asal Italia yang digawangi oleh Massimo Tamburini, Valerio Bianchi dan Giuseppe Motti.

Namun ketiganya tidak fokus pada pengembangan mesin, melainkan lebih ke arah sasis, kaki-kaki dan bodi saja. Mirip produsen sasis di Moto2, seperti Kalex, NTS atau Suter. Jadi, soal mesin Bimota harus memiliki donor terlebih dulu.

Dan biasanya, terdapat kode yang akan menjelaskan asal usul mesin. Seperti kode Bimota HB (Honda), YB (Yamaha), HDB (Harley-Davidson), GB (Gilera), KB (Kawasaki), DB (Ducati), BB (BMW Motorrad) dan SB (Suzuki).

Nah di SB2, Bimota mengandalkan mesin milik Suzuki GS750 sebagai andalannya. Namun secara desain keduanya berbeda sangat jauh. Di mana SB2 merupakan motor sport fairing dan GS750 bergenre naked bike.

Selain itu, dalam pengembangannya, frame tralis perimeter SB2 terbuat dari bahan chromium molybdenum yang ultra ringan. Pemilihan mesin tadi jadi dasar rancangan Tamburini.

Karena tujuan Bimota, motor ini bisa dijual dalam kondisi terpisah, seperti paket sasis saja, atau komplet bermesin standar Suzuki GS750 yang bertenaga 75 dk. Bahkan Bimota juga menawarkan SB2 dalam kondisi upgrade dengan mesin 850 cc bertenaga 100 dk!

“Yang paling ideal dengan mesin 750 cc adalah tenaganya sebesar 1000 cc dan bobot hanya 500 cc. Kalian tidak perlu membutuhkan tenaga yang besar untuk motor jalanan, namun yang paling penting adalah bobotnya yang ringan,” jelas Tamburini berfilosofi.

Fairing motor dirancang sangat aerodinamis yang terbuat dari bahan kombinasi fiberglass dan alumunium yang ringan. Sedangkan jok motor dan cowl bagian belakang merupakan bagian dari monocoque load bearing structure, termasuk tangki. Karena motor tersebut tidak memiliki sub-frame dan bagian belakang bisa diangkat sebagai akses membuka karburator dengan mudah.

Karena urusan bobot yang dipangkas habis inilah, SB2 hanya punya berat 196 kg. Ini lebih ringan 30 kg dari pada bobot Suzuki GS750 standar. Handlingnya pun makin bagus karena posisi berkendara yang lebih baik.

Di mana mesin diposisikan lebih tinggi 25 mm dari posisi mesin motor aslinya yaitu GS750 dan motor dibuat lebih rendah sedikit serta dibuat seramping mungkin. Tak heran saat itu, harga Bimota SB2 ini diprediksi tiga kali lipat lebih mahal ketimbang GS750. Wuih.

 

Comments
Shares