Bro Hengky Kik, Dengan Vespa Jalin Persaudaraan dan Ikut Peduli Sosial

Pertama mengenal Vespa sejak usia kanak-kanak karena sering dibonceng dengan Vespa oleh kakeknya, kenyamanan yang dirasakan saat dibonceng Vespa kakeknya itu membuat Bro Hengky Tri Kurniawan akrab disapa Hengky Kik ini begitu menggandrungi motor Vespa sampai sekarang.

Meski kala itu ia sempat belajar dan bisa naik motor menggunakan Honda CB 125 dan Honda Gelatik, namun kecintaanya tetap pada Vespa, hingga saat kelas 2 SMP dia pun sudah bisa mengendarai sendiri Vespa milik sang kakek, dan semakin merasakan kenyamanan dan kepuasan menungganginya.

Sampai akhirnya dia bisa memiliki sendiri motor idamannya ini setelah setahun kuliah sambil bekerja, dari hasil tabungannya dia bisa membeli Vespa Super 74 di tahun 2003 dan masih dia pakai sampai sekarang. Sejak memiliki motor sendiri dia menikmati kongkow bareng dengan sesama pengguna Vespa di sekitar tanah kelahirannya wilayah Pemalang, Jawa Tengah, bahkan juga diluar Pemalang.

Touring perdana terjauh yang dia lakukan adalah ke Jakarta ketika menghadiri acara ulang tahunnya Party/C pada tahun 2004. Setelah pulang dari Jakarta itulah terbersit niatnya untuk mendirikan suatu komunitas atau wadah untuk pengguna Vespa di daerah Pemalang, bertiga dengan kawannya sepakat mendirikan Scooterist Independent Pemalang (SIP) pada tahun 2005.

“Kami mendirikan SIP agar dapat menampung dan menyalurkan hobi para penggemar Vespa di Pemalang, dan dapat menjalin silahturahmi atau menjamu kawan-kawan scooterist dari luar kota yang singgah di Pemalang karena juga sudah ada komunitas Vespa, yaitu SIP,” ujar Bro Hengky.

Sebagai salah satu founder SIP, Bro Hengky juga ikut terlibat saat deklarasi pembentukan Orijingan Indonesia pada tanggal 27 Maret 2013 di Wonosobo. Dia pun didaulat mengemban tugas sebagai Humas dan Publikasi/Admin Medsos di komunitas penggemar Vespa, Scooter dan Lambretta penyuka barang original ini.

Bro Hengky yang juga aktif di komunitas pecinta alam dan relawan bencana alam sejak SMA ini, tidak jarang menggabungkan dengan komunitas otomotifnya  melakukan aksi sosial penanggulangan bencana alam. Seperti turun langsung ke kamp penampungan pengungsi untuk menyalurkan bantuan dari hasil penggalangan dana yang dilakukan bersama komunitasnya, juga bantuan dalam bentuk tenaga.

“Hal yang paling berkesan saat saya ikut melakukan penanaman 1928 bibit pohon trembesi di perbatasan Indonesia – Papua new Guinea pada bulan Oktober 2016 lalu dalam rangka memperingati sumpah pemuda. Kemudian bersama Orijingan Indonesia ikut serta dalam program GAIS Save Gili, yakni penenggelaman 20 body Vespa di perairan Gili Trawangan, Lombok, 25-26 Maret 2017 dengan maksud untuk rumpon atau rumah ikan dan spot wisata bawah laut di Gili Trawangan,” ujar Hengky.

Akhir September lalu Bro Hengky masuk menjadi salah satu dari 15 Finalis Castrol Power1 Legendary Bikers Indonesia 2017, ajang pencarian sosok biker yang berprestasi bisa berkontribusi dan menjadi inspirasi positif bagi masyarakat. Dimana 15 Finalis ini hasil penyaringan dari lebih 2.000 biker Indonesia yang telah mendaftar.

Bro Hengky juga seorang blogger yang menuliskan dari setiap perjalanan touring maupun wisata kuliner dan budaya yang dilakukannya. Dari hobi otomotifnya ini, dia telah memiliki usaha bidang clothing, memproduksi kaos atau merchandise bernuansa Vespa tentunya, yang di jual secara online juga di lapak-lapak even biker.

“Saya seneng dengan Vespa karena persaudaraan komunitasnya sangat kental dan tidak memandang status dan golongan, melalui Vespa saya ingin menjalin persaudaraan sesama penggemar Vespa dan biker umum lainnya,” tutup Bro Hengky.

Comments
Shares