Busi Panas dan Busi Dingin NGK, Pahami Kode Uniknya Agar Tak Salah Pilih

Kode Unik Busi - Busi Panas Busi Dingin

Dalam setiap produk NGK ada kode unik yang bisa dibaca untuk mengetahui apakah busi tersebut busi panas atau dingin

‘Boleh diibaratkan, busi jadi satu-satunya komponen pada mesin sepeda motor yang bisa “melihat” peristiwa yang terjadi di ruang bakar dan “melaporkan” kepada mekanik berpengalaman.

Pasalnya, melalui busi mekanik berpengalaman bisa mendiagnosa kondisi atau kinerja mesin sepeda motor. Apa yang terjadi di ruang bakar, dan “sakit” apa yang diderita mesin sepeda motor.

Loading...


Seperti yang pernah zonabikers.com jelaskan pada artikel sebelumnya (klik di sini), warna elektroda busi yang telah digunakan bisa jadi indikator kesehatan mesin sepeda motor.

Pada dasarnya, busi dibuat dengan membawa dua fungsi penting di dalam proses kerja mesin di ruang bakar, yakni:

• Membakar campuran udara dan bahan bakar
• Melepas panas dari ruang pembakaran

Loading...


Diperlukan tegangan listrik yang cukup dari sistem pengapian untuk menciptakan percikan api pada celah elektroda busi.

Dalam pengaplikasiannya, busi yang baik harus mampu bekerja pada suhu-suhu tertentu sesuai karakter tiap motor. Karena mesin ber cc besar belum tentu menghasilkan panas tinggi di dalam ruang bakar.

Jadi setiap butir busi yang diproduksi oleh produsen jelas sudah disesuaikan dengan karakter mesinnya.

Loading...


Lantas apa perbedaan mendasar busi untuk mesin cc besar dan cc kecil?

Diko Oktaviano, Aftermarket Technical Support & Product Development PT NGK Busi Indonesia menjelasnkan bahwa perbedaan paling mencolok pada busi ada di bilangan angka panasnya.

“Semakin tinggi tingkat panas menandakan ruang kompresi mesin semakin tinggi. Tak tentu juga mesin ber cc  besar punya kompresi yang tinggi,” tutur Diko.

Loading...


“Selain itu perbedaan fitur di tiap-tiap kendaraan juga jadi perbedaan di tiap mesinnya,” jelasnya.

Karena itu, penggunaan busi yang tepat akan membuat busi bekerja secara optimal di ruang bakar.

Pada kondisi optimal, busi akan membuat suhu ujung elektroda terjaga cukup rendah untuk mencegah pengapian dini atau pre –ignition, tapi juga cukup tinggi untuk mencegah pengendapan karbon atau fouling.

Loading...


Sesuaikan Busi Panas Atau Dingin

Jadi, pastikan angka panas busi tepat dan sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan. Karena bila angka panas busi yang dipakai terlalu besar atau busi terlalu dingin, maka akan mengakibatkan pengendapan karbon pada busi atau carbon fouling.

Lantas jika angka yang dipakai terlalu kecil atau busi terlalu panas, maka busi akan mengalami overheat dan mengakibatkan gagal pengapian atau missfire.

Dalam setiap produk NGK ada kode unik yang bisa dibaca untuk mengetahui apakah busi tersebut busi panas atau dingin.

Loading...


Berikut cara baca kode unik pada busi NGK. Misal CPR8EA-9

C: Diameter ulir. (A=18mm. B=14mm. C=10 mm. D=12mm. E=8mm)
P: Projected insulator, artinya terdapat tonjolan insulator.
R: Kode resistansi busi, biasanya 5 kiloohm. Busi dengan huruf R menandakan cocok untuk kendaraan dengan sistem pembakaran injeksi. Kalau masih karbu, bisa pakai busi tanpa huruf R.
8: Heating rate atau tingkat pelepasan panas busi. Pada merek NGK Busi panas angkanya 2–7 sedang busi dingin angkanya 8–12.
E: Panjang ulir busi sekitar 19 mm. (E=19mm. H=12,7mm. EH=19mm (ulir setengah) L=11,2mm)
A: suffix
9: Gap atau celah antar elektroda, 9 berarti panjang gap sebesar 0.9 mm.

Dengan mengenali kode unik busi, akan menghindari kesalahan pemilihan busi panas atau busi dingin jika sewaktu-waktu harus mengganti busi lama dengan yang baru.

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here