Busi Racing Dipakai Untuk Motor Harian, Tak Ada Efeknya!!

Busi Racing NGK

Kadang orang suka menganggap bahwa segala sesuatu yang berbau racing itu yang terbaik. Alasannya produk tersebut telah terbukti di ajang balap. Pendapat itu tak sepenuhnya salah.

Tapi fakta lain di baliknya, tidak semua yang berbau racing itu baik. Salah satu contohnya adalah penggunaan busi racing.

“Kadang konsumen suka menganggap produk racing itu yang terbaik. Pahal sebenarnya liat dari segi fungsi dan kegunaannya dulu, buat apa?,” buka Diko Oktaviano, Aftermarket Technical Support & Product Development PT NGK Busi Indonesia

Loading...


Baca Juga :

Busi Panas dan Busi Dingin NGK, Pahami Kode Uniknya Agar Tak Salah Pilih

Cek Warna Elektroda Busi, Kamu Akan Tau Kondisi Mesin Motor Mu

Loading...


“Karena ketika NGK membuat busi racing, NGK ingin memenuhi permintaan konsumen akan modifikasi mesin. Sehingga keberadaan busi tersebut bisa memaksimalkan kinerja mesin yang telah dimodifikasi,” lanjut Diko.

Busi Racing Bisa Menimbulkan Masalah

Busi Racing NGK

Jika busi racing digunakan pada mesin standar atau pada motor untuk harian, tentu tidak akan ada efeknya. Yang ada justru bisa menimbulkan masalah pada mesin motor.

Loading...


Mengapa tidak ada efeknya? Busi racing dapat bekerja optimal pada kondisi panas ekstrim seperti pada mesin-mesin motor balap. Dibutuhkan formula khusus dalam pembuatannya supaya busi mampu bekerja di suhu tersebut.

Karena itu, pengaplikasian busi racing pada motor harian sangat tidak disarankan.

Busi Racing NGK

Loading...


“Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan busi adalah heat rating. Tingkat panas busi racing tak ada yang rendah, paling rendah di angka 9. Semakin tinggi angka heat ratingnya maka busi semakin cepat membuang panas”, jelas Diko.

“Tapi kalau busi panas dipakai pada mesin yang tingkat panasnya rendah, berpotensi terjadi carbon fouling karena busi tidak bisa mengaktifkan fitur self cleaningnya.”

Maksudnya, semakin tinggi angka yang tercantum pada kode busi, maka busi tersebut disebut busi panas yang akan bekerja optimal pada suhu mesin tinggi. Busi panas punya kemampuan menyerap dan membuang panas lebih cepat. Sehingga panas mesin akan berada pada suhu optimal.

Loading...


NGK Busi

Begitu juga sebaliknya, semakin kecil angkanya busi semakin lambat membung panas. Atau disebut busi dingin.

Diko mencontohkan, penggunaan busi yang angkanya rendah pada mesin bersuhu tinggi berpotensi over heat, karena panas tak bisa diserap dan dibuang secara optimal oleh busi sehingga mengakibatkan panas berlebih dalam ruang bakar.

Loading...


“Misal mesin A kapasitas panas 5000 °C. Tapi busi yang dipakai punya spek panasnya 10,000 °C. Ketika mesin motor sudah mencapai suhu maksimal di 5000 °C, busi belum mengaktifin fitur dan kemampuan aslinya. Justru kemampuannya malah turun menyesuaikan derajat panas mesinnya. Jadi malah tak terasa efeknya.”

“Kecuali mesin motornya sudah diupgrade sehingga panasnya bisa tembus di 10,000 °C,” jelas Diko.

Jadi penggunaan busi racing pada mesin standar akan sia-sia. Selain membuang-buang uang karena harga busi racing lebih mahal dari busi standar, juga akan menimbulkan masalah pada mesin.

Loading...


Karena akan terjadi penumpukan karbon atau carbon fouling pada ujung elektroda dan elektroda groundnya akibat fitur self cleaningnya tidak bekerja. Jika itu terjadi, bisa dipastikan tumpukan karbon tersebut akan menjadi masalah di kemudian hari.

“Pun jika suhu mesin standar bisa tembus ke 10,000 derajat setelah dipakai dalam waktu lama, tentu kondisi mesin sudah over heat. Sementara busi baru saja menyentuh suhu kerja optimalnya. Jadi tidak akan ketemu dan terasa efeknya,” pungkas Diko.

Saat ini, NGK memiliki busi racing yang khusus dipakai untuk tim-tim balap. Busi tersebut belum dijual bebas di pasaran. Jika pun ingin membeli busi tersebut, NGK membandrolnya seharga Rp 600-an ribu untuk satu busi.

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here