Cagiva GP500, Tunggangan Para Legenda MotoGP

Jauh sebelum era MotoGP bermesin 4-tak yang baru dimulai 2002 silam, balap motor terkencang sejagad melombakan motor bermesin 500 cc dengan julukan GP500. Banyak pabrikan motor turun di ajang tersebut, termasuk Cagiva GP500.

Yup, selain hegemoni pabrikan asal Jepang, Cagiva yang asli Italia tersebut coba masuk ke balap GP500 sejak 1987 hingga berakhir di musim 1994.

Yang menarik, tercatat sederet pebalap legenda MotoGP pernah menjadikan motor ini andalannya.

Mulai dari Eddie Lawson, Randy Mamola, John Kocinski, Doug Chandler, Alex Barros dan Mat Mladin pernah berkiprah bersama Cagiva.

Cagiva GP500 sendiri memiliki kode yang disesuaikan dengan tahun balap mereka. Semisal, Cagiva GP500 C587 yang turun di musim balap 1987. Atau C594 yang merupakan versi terakhir di ajang balap 1994.

Hal ini mengingatkan kita pada penamaan motor Ducati di MotoGP saat ini. Di mana tahun pembuatannya juga disematkan di tiap tipe Desmosedici, seperti GP17 (motor 2017) atau GP18 (motor 2018).

Semua varian Cagiva GP500 bermesin 2-tak dengan konfigurasi V4 80 derajat berpendingin cair. Tenaganya ada di rentang 177-185 dk, tergantung tahun pembuatannya.

Detail lainnya, kaki-kaki sudah disupport oleh Ohlins. Sedangkan sistem bahan bakar motor berbobot 130 kg ini masih mengandalkan karburator dari Mikuni.

Cagiva GP500 C594, tampilannya unik karena punya Airpod di fairingnya

Soal varian yang paling legendaris, bisa disebut C592 adalah salah satu yang terbaik karena membawa Eddie Lawson juara di GP Hungaria. Kemenangan Lawson tersebut merupakan gelar pertama Cagiva di ajang GP500.

Selain itu, versi terakhir C594 juga legendaris. Bukan hanya karena desainnya yang unik, tapi juga sukses membawa John Kocinski menang beberapa kali dan membawanya bertengger di posisi tiga klasemen akhir GP500 1994.

Comments
Shares