CBR Owners Cikarang Sosialisasikan Bahaya Menggunakan Handphone Saat Berkendara

CBR Owners Cikarang

Menggunakan handphone dan berkendara sepeda motor sudah tidak asing bagi masyarakat di Indonesia. Namun, jika dua aktifitas tersebut dilakukan secara bersamaan bisa menyebabkan fatalitas kecelakaan. Peduli terhadap hal tersebut, bikers dari CBR Owners Cikarang (CROWNIC) adakan sosialisasi keselamatan berkendara dengan mencegah penggunaan handphone saat berkendara.

CBR Owners Cikarang

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari pahlawan (10/11) di JB Plaza, Jababeka. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan cara menggelar Kopdar Gabungan (Kopdargab) yang menghadirkan berbagai bikers dari berbagai komunitas motor di Cikarang dan juga komunitas Ojek Online (Ojol).

Loading...


Dalam kesempatan tersebut, CBR Owners Cikarang menghadirkan perwakilan dari Satlantas Polrestro Kota Bekasi untuk memberikan masukan kepada para bikers juga pengemudi Ojol tentang bahayanya berkendara sambil mengoperasikan handphone.

Aturan pelarangan penggunaan handphone diatur dalam Undang-undang, yaitu UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam pasal 106, Undang-undang tersebut mengatur “Pengemudi wajib berkendara dengan wajar dan penuh konsentrasi”.

Penjelasan penuh konsentrasi, adalah orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon, menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau minum-minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga mempengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Loading...


Pelanggaran terhadap setiap orang yang mengemudikan kendaraan dengan tidak wajar dan tidak konsentrasi ketentuan pidananya diatur dalam Pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009. Berbunyi, “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudikan di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Menurut hasil analisis, pelanggaran lalu lintas merupakan awal terjadinya kecelakaan. Melanggar lalu lintas berkaitan erat dengan kejadian kecelakaan lalu lintas dan mengantuk saat berkendara bisa berakibat fatal.

Loading...


Sosialisasi yang dilakukan oleh CROWNIC ini masuk dalam rangkaian kegiatan implementasi CROWNIC dalam mengikuti ajang Safety Campaign Awards 2019. CROWNIC masuk dalam 15 besar komunitas yang memiliki konsep kampanye keselamatan berkendara terbaik.