Cerita Dibalik Petronas Yamaha SRT, Seperti Proyek Bangun Candi!

Petronas Yamaha SRT

Legenda-legenda Tanah Air, seperti membangun 1.000 candi, atau perahu dalam semalam seolah tepat ditujukan pada tim balap Petronas Yamaha SRT yang akan diluncurkan secara resmi hari ini (28/1).

Memang, bukan dalam arti harafiah, hanya dalam semalam tim asal Malaysia ini terbentuk. Melainkan prosesnya sebagai tim MotoGP yang memang membutuhkan waktu singkat ketimbang tim-tim lain yang butuh persiapan bertahun-tahun, yakni kurang dari enam bulan Sob!

Razlan Razali, Prinsip Petronas Yamaha SRT menjelaskan jika keinginan awal untuk mengikuti MotoGP oleh tim ini hadir di bulan Mei 2018 lalu. Yakni pada seri Jerez, Spanyol saatnya gosip dua slot kosong di MotoGP musim depan.

Loading...


Saat itu, Razali sebagai kepala tim yang sudah lebih dulu turun di level Moto3 dan Moto2 langsung menghubungi CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta. “Kemudian saya membawa ambisi besar kepada Petronas dan Sirkuit Sepang untuk mewujudkan mimpi membangun tim MotoGP,” paparnya.

Kemudian, baru perekrutan besar- besaran dilakukan hingga akhirnya tim ini dapat terbentuk. Termasuk menggaet Team Manager, Wilco Zeelenberg yang kawakan dalam mengurus tim Yamaha di era Jorge Lorenzo. Selain itu, ada Team Director, Johan Stigefelt

Tentu dua pebalap sebagai pengisi slot juga diperhatikan. Di mana Franco Morbidelli yang sebelumnya membalap bersama tim Marc VDS Honda ditarik untuk menemani debutan MotoGP, Fabio Quartararo. Bahkan nama Dani Pedrosa sebelumnya sempat mencuat, hingga akhirnya pebalap bernomor 26 itu memutuskan pensiun dan pilih jadi test rider KTM.

Loading...


“Membangun tim MotoGP sangat berbeda dari Moto2 dan Moto3,” pungkas Razali yang kini menjadi pemimpin tim asal Asia Tenggara pertama yang turun di level MotoGP.