CRF Rally Indonesia Goes to Cipta Gelar

CRF Rally Indonesia

29 riders dari CRF Rally Indonesia menghabiskan akhir pekan dengan riding bareng menuju Cipta Gelar. Para riders beriringan mengekor melintasi Leuwiliang, Bogor, lalu masuk jalur Cianten pada kahir pekan kemarin.

Diantara pekebunan teh Cianten, Honda CRF Rally mengular bergerak melewati jalur berliku Cikidang sebelum tiba di lokasi istirahat pertama di Pelabuhan Ratu. Di kawasan wisata yang sangat terkenal itu, canda gurau dan menu makan siang khas pesisir pantai jadi pengobat lelah. Kebersamaan yang selama ini dibangun melalui berbagai acara turing camping ala CRF Rally, berhasil menghilangkan rasa canggung diantara mereka.

Loading...


Presiden CRF Rally Indonesia Tajul Arifin mengatakan kalau kegiatan tersebut dilakukan untuk menambah keakraban antar pemilik Honda CRF Rally sembari menyambut datangnya bulan baik, bulan Ramadan.

Salah seorang pengurus CRF Rally yang biasa dipanggil Pak Guru Yos menuturkan bahwa mereka ingin kebersamaan itu dibangun sambil mengali kearifan lokal budaya di Cipta Gelar. Harapannya, semoga melalui kegiatan ini peserta semakin mencintai budaya dan alam Indonesia yang indah, khususnya di Jawa Barat.

Loading...


Lepas makan siang, rintik hujan menemani perjalanan mereka menuju titik kumpul kedua di Kampung Adat Cipta Rasa. Memasuki Cikakak, hujan deras seperti tumpah dari langit, dan jalur gravel yang dilalui peserta mulai terasa menantang.

Memasuki Kampung Adat Cipta Rasa, peserta berhenti sejenak untuk beristirahat. Di Cipta Rasa, hujan mulai sedikit reda, tetapi itu membuat jalur Cipta Rasa menuju Cipta Gelar bukan semakin mudah, justru semakin menantang karena tanah merah yang terbawa air hujan menutupi jalur gravel. Kondisi itu memaksa mereka untuk mengurangi tekanan angin di ban agar ban bisa menapak lebih baik.

Loading...


Bagi sebagian peserta yang terbisa bermain off road, kondisi jalan seperti itu justru menambah kenikmatan tersendiri. Namun, bagi peserta yang belum terbiasa dengan dunia offroad, harus berjuang membangun keyakinan diri saat melintasi jalan berbatu lepas yang licin, terutama di jalan menanjak yang dihiasi batu-batu basah berlumut. Sekitar jam 5.30 sore seluruh peserta tiba di Cipta Gelar.

Lepas makan malam di Imah Gede (rumah besar), kopi panas menjadi penghangat di sela mengulang cerita perjalan. Tak hanya itu, mereka pun mendapat pengetahuan seputar kearifan lokal kampung adat Cipta Gelar dari salah penduduk asli Kampung Adat Cipta Gelar.

Loading...


Pagi hari di Cipta Gelar, pemandangan alam yang indah menyambut mereka. Terlihat pula penduduk desa mulai bergegas ke sawah dan ladang. Bekerja bersama merawat padi dan kebunnya. Para riders pun tak menyia-nyiakan kondisi itu. Mereka bergerak menuju sawah untuk menikmati dan mensyukuri nikmat yang dilimpahkan Tuhan kepada umat manusia khususnya mereka yang ada di Cipta Gelar saat itu. Tak ketinggalan, mereka pun mengabadikan momen itu ke dalam foto dan video melalui kamera.

Loading...