Curahan Hati Petani Kopi Gunung Pakuan, Kurang Populer Bahkan di Kampung Sendiri

Curahan Hati Petani Kopi

Curahan hati petani kopi di Gunung Pakuan, disampaikan kepada tim Ride and Camp ZonaBikers. 33 tahun bertani, kopi yang mereka hasilkan malah kurang populer di kampung sendiri.

Curahan Hati Petani Kopi

Dalam perjalanan Ride and Camp zonabikers.com yang didukung oleh PT Pertamina Lubricants dan PT Wahana Makmur Sejati, tim mencoba meyakinkan petani kopi untuk bangkit dan mulai populerkan kopi asli Gunung Pakuan kepada masyarakat.

Loading...


Ladang kopi gunung Pakuan terletak di desa Sirnajaya, Sukamakmur, Bogor Timur, Jawa Barat. Lokasi ini menjadi salah satu daerah penghasil kopi di tanah Pasundan.

Meski demikian, tak banyak orang yang mengenal kopi gunung Pakuan. Hal ini disebabkan kurangnya perhatian dan kepedulian baik dari petani, masyarakat dan juga pemerintahan di daerah tersebut.

Baca juga : Ride and Camp Zonabikers Kobarkan Semangat Petani Kopi Gunung Pakuan

Loading...


Salah satu petani kopi Pakuan, Pak Enji, bercerita. Ia sudah 33 tahun mengelola ladang kopi yang berada di gunung pakuan. Ia mengutarakan kegelisahannya tentang kopi yang dihasilkan dari ladangnya dan juga ladang petani lainnya kurang dikenal, bahkan di kampungnya sendiri.

Di kampung tersebut, malah populer kopi kemasan yang bukan berasal dari ladang kopi yang ada di kampung tersebut. Sejatinya, di desa Sirnajaya sudah dijadikan desa wisata. Terdapat beberapa destinasi wisata yang belum lama dibuka, ada wisata alam Situ Rawa Gede dan beberapa spot air terjun (curug). Bahkan pemerintah juga mencanangkan, budi daya kopi Pakuan sebagai Agro Wisata Kopi Rawa Gede.

Loading...


Sangat disayangkan, pemerintah terlihat kurang serius menggarapnya. Ketidaktahuan petani mengenai cara mengenalkan kopi kepada masyarakat dan juga para tamu atau pengunjung yang berwisata ke desa tersebut, bisa jadi penyebab kurang dikenalnya kopi Pakuan.

“Saya itu malu, kalau mau menawarkan kopi asli yang kita tanam dan olah sendiri ini. Karena banyak kopi kemasan yang memang sudah dikenal baik oleh pengunjung yang ke sini,” ujar Pak Enji mengutarakan alasannya.

“Yah itu mungkin kebodohan saya, tidak memperkenalkan sendiri kopi hasil ladang sendiri kepada para tamu desa atau pun pengunjung lokasi wisata yang ada di sini,” lanjutnya.

Loading...


Pak Enji, juga mengungkapkan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sudah mengajak petani untuk belajar bahkan membawa petani mengikuti pelatihan seputar kopi. Tapi yang para petani dapat hanya sebatas mengelola kopi saja, agar ladang yang mereka kelola bisa menghasilkan kopi terbaik.

Menurut Pak Enji, tidak ada pembekalan ilmu dan juga dorongan pemerintah untuk mempromosikan kopi Gunung Pakuan. Baik di wilayah sendiri maupun di daerah lainnya.

“Saya menjual kopi dari ladang saya ini ke pasar di daerah Jonggol dan juga Cianjur. Dari sekitar 2 hektar ladang kopi yang saya garap, hanya bisa menghasilkan 2 ton biji kopi yang belum diolah,” ujar Pak Enji.

Loading...


Mendengar curahan hati petani kopi ini, tim Ride and Camp Zonabikers yang terdiri dari Bro Jayadi atau akrab disapa Bro Gojay selaku Founder zonabikers.com, Bro Reza (jurnalis zonabikers.com), Sist Jisel (lady biker, moto adventurer dan pemilik Store Contin Moto Jakarta), Bro Ramon Yusak (Moto Traveler) dan Bro Ramli (photographer dan kontributor Getty Images), mencoba berbagi dan betukar pikiran untuk menemukan cara agar kopi Pakuan lebih dikenal di tengah masyarakat.

Kepada Pak Enji, kelima bikers yang cukup profesional di bidangnya masing-masing memberi motivasi serta dorongan agar petani kopi seperti Pak Enji bisa memperkenalkan kopi hasil tanamnya kepada masyarakat luas.

Loading...


“Ini, harus dimulai dari Pak Enji sendiri. Ditambah Pak Enji selaku pemilik Saung Bahagia yang setiap akhir pekan disinggahi para bikers dari Jakarta, bisa langsung menawarkan kopi hasil tanam di kebun kepada para bikers tersebut,” ujar Bro Ramli yang akrab disapa Bro Cotax.

“Para bikers umumnya ketika singgah akan mencari kopi, Pak Enji bisa tawarkan kopi hasil tanam dari kebun sendiri kepada para bikers itu. Jangan lagi buatkan kopi kemasan yang biasa disajikan sejauh ini,” tambah Bro Ramon.

Loading...


Menurut 5 bikers tim Ride and Camp Zonabikers, dengan dimulai dari Pak Enji, petani lain dan juga pemilik warung yang ada di kawasan wisata di desa tersebut bakal mengikuti langkah yang dilakukan Pak Enji.

“Pak Enji harus semangat dan melakukan sebuah langkah besar, demi dikenalnya kopi lokal di daerahnya sendiri. Kami yakin, hal ini bisa mendorong masyarakat untuk mengenal dan mau menikmati kopi asli Gunung Pakuan yang enggak kalah nikmatnya dengan kopi dari daerah lain,” papar Sist Jisel.

“Ketika Pak Enji bisa melakukan hal tersebut dan berhasil, maka apa yang dilakukan oleh Pak Enji akan diikuti oleh yang lainnya. Tidak ada lagi kopi kemasan, yang ada kopi asli Gunung Pakuan yang ada di sini,” tegas Bro Reza.

Loading...


Zonabikers.com juga mengajak para bikers yang berada di sekitar Bogor Timur dan juga kota Jakarta untuk mengunjungi desa wisata Sirnajaya, Sukamakmur, Bogor Timur, Jawa Barat. Desa ini hanya berjarak sekitar 63 kilometer dari Jakarta. Lokasi desa wisata ini menawarkan keasrian dan suasana alam pedesaan yang asri, serta nikmatnya kopi yang memiliki cita rasa khas.

“Yuk kita bersama memberikan semangat serta dorongan, agar petani kopi di Gunung Pakuan ini lebih maju. Kalian mesti datang dan coba langsung, nikmati sensasi minum kopi dari kopi asli Gunung Pakuan di tengah indahnya alam pedesaan. Saya yakin, bikers yang datang ke sini bakal betah berlama-lama di sini,” pungkas Bro Gojay.

Loading...


Comments are closed.