Davide Brivio Tinggalkan Tim Suzuki Ecstar Dan MotoGP 2021

Davide Brivio

20 berkiprah di dunia balap motor paling bergengsi di atas bumi ini, sang manajer tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio pun akhirnya berpamitan. Pria asal Italia ini memutuskan hengkang dari dunia balap MotoGP untuk menjawan tantangan baru dalam hidupnya.

Ya, setelah sukses membawa tim Suzuki Ecstar merebut gelar juara dunia sekaligus menuntaskan puasa gelar juara dunia selama 20 tahun, Davide Brivio pun secara resmi mengumkan penghentian kerjasamanya bersama Suzuki.

Sejak 2013 Davide Brivio menduduki posisi Manajer Tim untuk menggarap proyek baru bersama Suzuki saat pabrikan berlambang S itu kembali ke MotoGP. Hingga akhir masa kerjasama dengan Suzuki, pria bertampang kalem ini masih setia di posisi tersebut.

Loading...


Baca Juga :

Suzuki GSX-R1000R Legends Edition, Cocok Buat Kolektor Motor Keren

Motor Baru Suzuki Katana 2021, Limited Edition Only 100 Units

Loading...


Suzuki GSX-S750 2021, Kombinasi Warna Keren dan Kuatkan Kesan Agresif

“Tantangan dan peluang profesional baru tiba-tiba menghampiri saya dan pada akhirnya saya memutuskan untuk menerimanya,” tutur Davide Brivio memaparkan alasannya hengkang dari kejuaraan MotoGP.

Meski diakuinya sebagai sebuah keputusan yang sulit, tapi ada motivasi besar dalam hidupnya yang membuat ia harus meninggalkan dunia balap yang sudah dia geluti lebih dari 20 tahun.

Loading...


“Ini merupakan keputusan yang sulit. Bagian tersulit adalah meninggalkan orang yang luar biasa ini, dengan siapa saya memulai proyek ini ketika Suzuki bergabung kembali dengan MotoGP,” kata Brivio.

Bisa jadi ia sudah merencanakannya sejak lama untuk meninggalkan MotoGP demi sebuah tantangan baru. Tapi ia ingin membuktikan kemampuannya mengelola tim dan membuktikan bahwa Suzuki punya potensi besar untuk menjadi juara dunia sebelum ia benar-benar meninggalkannya.

Ketika pembalap asuhannya dan tim yang mendukung pekerjaannya selama ini berhasil menginjakkan kaki di puncak kejuaran dunia, jadi saat yang tepat untuk merealisasikan rencana tersebut.

Loading...


“Sulit untuk mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang yang telah datang selama bertahun-tahun untuk membentuk tim yang hebat ini. Saya merasa sedih untuk itu.”

“Tapi pada saat yang sama saya merasakan motivasi besar untuk tantangan baru ini yang merupakan kunci ketika saya harus memutuskan antara memperbarui kontrak saya dengan Suzuki atau memulai pengalaman yang sama sekali baru.”

Perolehan gelar juara tim Suzuki akan selalu ada dalam kenangan hidupnya. Kepercayaan yang diberikan oleh manajemen Suzuki sejak awal adalah sebuah apresiasi dan tanggung jawab besar bagi Davide Brivio untuk membuktikannya.

Loading...


“Joan menjadi juara dunia adalah mimpi yang jadi kenyataan bagi saya dan untuk semua orang yang bekerja keras dan menemani saya dalam perjalanan yang luar biasa ini,” tegas Brivio.

Dalam perpisahannya bersama Suzuki dan orang-orang luar biasa di balik suksesnya Suzuki meraih gelar juara dunia dan juara tim MotoGP 2020, terselip doa terbaik untuk tim Suzuki Ecstar.

Brivio mendoakan Suzuki MotoGP meraih hasil yang semakin baik ke depannya. “Saya akan selalu menjadi fans Suzuki. Terima kasih banyak Suzuki!” tutup Brivio.

Loading...


Doa Terbaik Untuk Davide Brivio

Melepas kepergian Davide Brivio dari Suzuki dan dunia balap MotoGP, Shinichi Sahara sang pimpinan proyek Tim Suzuki Ecstar pun memberi doa terbaik untuk Brivio.

Awal mengetahui hal itu, Sinichi Sahara merasa terkejut atas keputusan yang diambil Brivio karena ia merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Ada orang yang mengambil bagian dari rinya.

Baca Juga :

Loading...


Pol Espargaro Mau Nangis Liat Honda RC213V Ada di Pekarangan Rumah

Suplai Aspal Untuk Sirkuit Mandalika Gelar MotoGP 2021

Motor Bekas Casey Stoner Balapan MotoGP Dijual

Loading...


“Karena saya selalu berdiskusi dengannya bagaimana mengembangkan tim dan motornya, dan kami sudah bekerja sama sejak lama,” kata Sinichi.

“Pada 2020 kami mencapai hasil yang luar biasa meskipun dalam situasi yang tidak biasa dan sulit karena Covid-19,” lanjut Sinichi.

Kini sang pemimpin proyek tim Suzuki Ecstar menatap ke depan untuk masa-masa yang penting. Ia harus menjaga momentum agar performa tim di 2021 tetap berada dalam kondisi terbaiknya.

Loading...


Dari hasil diskusinya bersama Davide selama ini, Sinichi akan berusaha mencari cara terbaik untuk menjaga arah yang harus dilalui tim Suzuki Ecstar untuk tujuan terbaik di musim balap MotoGP 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here