Didera Sakit, Dimas Ekky tetap Maksimalkan Penampilan di CEV Catalunya

Penampilan Dimas Ekky di Sirkuit Catalunya, Spanyol kurang mulus. Saat menjalani lanjutan CEV International Championship (12/6/2016), rider tim Astra Honda Racing Team (AHRT) yang berlaga di kelas Moto2 World Championship ini hanya finish sekali.

Di race 1 kelas Moto2 ini, aksi Dimas sebenarnya sangat baik. Setelah memulai balap dari posisi 9, Dimas sanggup maju ke urutan 3. Sayang, kondisi tersebut tak berlangsung lama karena Dimas terjatuh dan sempat mendapatkan perawatan medis.

Setelah dinyatakan bisa lanjut ke race 2, Dimas mencoba beraksi dan sempat ada di posisi 4. Namun, sakit yang dideranya akibat terjatuh membuatnya kesulitan. Meski begitu, Dimas tetap bisa mengamankan posisi 8 di paruh kedua.

“Di race pertama, saya memulai start dengan baik, dari posisi 9 menyodok posisi 3 dan menjaga ritme agar terus di kelompok terdepan. Tapi, saya membuat kesalahan di tikungan 10 dan terjatuh. Saya merasakan sakit yang amat sangat di punggung, kepala dan lengan. Hal ini berpengaruh saat race kedua. Di awal lap saya tidak merasakan apa-apa, tapi setelah empat atau lima lap, punggung saya sangat sakit, terutama saat menikung. Hal ini sangat menyulitkan, tapi saya tetap berusaha untuk meraih hasil lebih baik. Saya pikir, finish di posisi 8 tidaklah begitu buruk. Karena saya yakin bisa mendapatkan posisi yang lebih baik jika tidak didera sakit,” ujar Dimas.

Harapan Andi Gilang untuk memberikan point di seri Catalunya masih belum terlaksana. Rider yang berkompetisi di kelas Moto3 Junior World Championship juga mengalami hal serupa dengan seniornya.

Andi terjatuh di race 1 kelas Moto3 dan tidak finish. Sementara di race 2, kendala teknis membuat langkah Andi tertahan. Setelah coba memaksimalkan motor, Andi hanya bisa menyelesaikan balap di posisi 17.

“Saya sangat tidak senang. Selama latihan bebas dan di kualifikasi, saya punya feelingyang bagus dan sangat nyaman dengan setup motor, tapi harus terjatuh di race pertama. Di race kedua, saya didera masalah teknis di lap awal sehingga tak bisa menambah kecepatan. Saat saya mulai menemukan ritmenya, saya sudah tertinggal jauh. Saya seperti memulai balap dengan start dari paling buncit. Saya pacu motor dengan sekencang-kencangnya, tapi hanya finish di urutan 17. Di seri berikutnya, saya berharap secepatnya bisa menemukan feeling yang bagus dengan motor karena banyak pelajaran yang sudah saya terima. Saya akan beradaptsi lebih cepat dan berusaha lebih keras di Albacete,” tutur Andi.

Saat ini, Dimas berada di urutan ke 16 di daftar klasemen sementara Moto2 World Championship 2016. Sedangkan Andi masih harus berjuang untuk mengejar ketertinggalannya dari pebalap Asia lainnya yang berada di paddock Alberto Puiq.

Comments
Shares