Dilupakan 15 Tahun, Superbike Malaysia Foggy-Petronas FP1 Jadi Harta Karun

Ingat motor Foggy-Petronas FP1? Kalau Sobat Zonbie ‘kids jaman now’ mungkin bakal mengrenyitkan dahi dan bingung dalam menebak motor tersebut.

Maklum saja, selain Petronas lebih dikenal sebagai produsen oli, Foggy-Petronas FP1 yang merupakan superbike satu-satunya dari Malaysia di ajang World Superbike, nggak pernah mencatat hasil fantastis Sob. Jadi, ya wajar kalau dilupakan.

Dealer Lanzante Motorsport

Tapi kisah tragisnya, versi massal dari motor ini nggak pernah sampai ke tangan konsumen! Karena memang tak pernah sampai ke negara asalnya, Malaysia?

Sedikit flashback, untuk turun di ajang WSBK, Petronas butuh 150 unit motor produksi massal sebagai syarat homologasi. Motor tersebut hasil pengembangan insinyur tim Formula 1, Sauber, yang dulu disponsori Petronas, juga pebalap legendaris, Carl Forgatty, alias Foggy.

Akhirnya, kesepakatan hadir dari pabrikan MSX International asal Inggris yang sanggup memproduksi 75 unit di Januari 2003 dan produsen motor asal Malaysia, Modenas ditunjuk jadi produsen 75 unit sisanya pada Juli 2003.

Nantinya, 100 unit dari motor tersebut akan dijual untuk umum dan 50 lainnya berstatus track only.

Sayangnya, motor-motor produksi Inggris tersebut tak pernah sampai ke Malaysia karena masalah perizinan. Termasuk saat rekan dari Petronas, yakni Momoto coba untuk menjualnya pada 2010 silam.

Delapan tahun berlalu, motor yang kondisinya baru tersebut nggak pernah keluar gudang. Hingga akhirnya, sebuah dealer motor asal Inggris, Lanzante Motorsport membelinya untuk direkondisi ke kondisi semula.

Termasuk dengan penggunaan livery khas Petronas lawas. Serta penggunaan suspensi up side down dari Ohlins. Yang unik, kaliper rem keluaran Brembo pun disesuaikan dengan teknologi saat itu yang masih memakai model axial, bukan radial seperti jamaknya superbike saat ini.

Baca Juga: Perbedaan Kaliper Rem Axial dan Radial, Bukan Cuma Dari Gaya Sob

Nah, seperti disebut di atas Sobat Zonbie, karena ini motor sebenarnya berstatus baru, plus populasinya yang langka, nggak heran kalau harganya melambung. Dilansir Motomalaya, harga jualnya mencapai Rp 468 juta, masih lebih mahal dari Suzuki GSX-R1000 terbaru yang ‘hanya’ Rp 252 jutaan.

Comments
Shares