DISBREK Bali, Berbisnis Dari Hobi Modifikasi

Kopdar yang nggak sekedar kopdar hadir dalam sebuah program komunitas garapan ZonbieDC dan didukung penuh oleh pelumas Shell Advance, BISBREK [Diskusi Bareng Komunitas].

Di tahun pertama pelaksanaannya, DISBREK langsung hadir di 6 kota yakni ; Jakarta, Semarang, Bali, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Medan.

Bali jadi kota ketiga gelaran DISBREK yang juga jadi salah satu kota tujuan #BeraniBuktiin Touring selain Surabaya, Yogyakarta dan Bandung. Di DISBREK Bali mengangkat tema “Berbisnis Dari Hobi Modifikasi” dengan pembicara Imanuel Prakasa, pemilik rumah modifikasi Treasure Custom Garage.

“DISBREK jadi ajang kopdar yang bukan sekedar kopdar. Di DISBREK bikers nggak cuma kumpul-kumpul biasa tapi kumpul sambil menimba ilmu dari orang yang berpengalaman di bidangnya,” buka Gojay dari Zonabikers.com.

Antusiasme para bikers dalam mengikuti DISBREK sangat tinggi. Apalagi saat mendengarkan Imanuel menceritakan perjalanan binis modifikasi yang dilakoninya. Nuel, sapaan akrabnya, bercerita kalau bisnisnya dimulai ketika Ia melihat onggokan motor-motor lawas di rumahnya. Kesukaannya pada motor kastem mendorong nalurinya untuk mengubah onggokan motor lawas itu menjadi sebuah motor yang bisa dikendarai dan sedap dipandang.

“Motor-motor lawas itu saya bangun jadi motor kastem. Dan motor-motor lawas yang telah dimodifikasi malah punya harga jual yang tinggi,” buka Nuel saat membuka diskuisi. Dan Imanuel pun menjelaskan dari situ pula nama Treasure Custon Garage muncul.

Bicara bisnis yang dijalaninya dari dunia modifikasi, Nuel menuturkan bahwa awalnya ada orang yang membeli motor kastem garapannya dan peristiwa itu terulang hingga beberapa kali. Akhirnya dia mulai fokus menjalani bisnis modifikasi. Kini bengkelnya semakin ramai dan sumber daya manusianya pun terus bertambah.

“70 % pasien modifikasi di Treasure Custome Garage adalah orang asing. Karena kebetulan di tempat saya tinggal cukup banyak warga asing yang tinggal di sana,” terang Nuel.

Sukses dan berkembangnya bisnis modifikasi yang dijalaninya karena pengerjaan yang total dan berorientasi pada kualitas akhir yang baik. “Selain kualitas, saya juga selalu berinovasi dalam membuat motor kastem. Selain itu, kepuasan pasien harus selalu diutamakan,” tutup Nuel.

Di DISBREK Bali diikuti lebih dari 60 bikers dari berbagai klub dan komunitas motor di Bali.

Comments

Leave a reply

Shares