Dituding Curang, Pertamina Klaim SPBU Bungur Sudah Standar Tera Dinas Metrologi

Setelah menjadi viral di sosial media Facebook perihal komplain yang diunggah oleh Beldy Risyan Hukom pada (30/5), PT Pertamina (Persero) langsung menindaklanjuti unggahan tersebut dengan mengecek kondisi di lapangan, tepatnya di SPBU 34.106.04 di Jl. Bungur, Jakarta.

Melalui informasi yang dirilis Pertamina, bahwa Perusahaan Minyak Nasional tersebut membenarkan bahwa pada hari Selasa (30/5) pukul 15.30 wib, pada Nozzle 16.2 ada transaksi pembelian 4 liter Pertamax oleh Beldy yang saat itu menggunakan Yamaha NMax. Hal ini diketahui dari hasil pantauan CCTV di SPBU.

Beldy yang saat itu merasa takaran dari SPBU kurang, melakukan komplain kepada operator. Beldy meminta kepada pengawas agar tangki BBM motor dikuras untuk mengetahui jumlah BBM yang diisi kedalam motor. Pengurasan tangki BBM Motor dilakukan hanya menggunakan selang dengan cara disedot secara manual, sehingga BBM yang dikeluarkan tidak seluruhnya, karena tersisa 1 Bar berdasarkan permintaan Sdr Beldy untuk disisakan seperti kondisi awal sebelum dilakukan pengisian BBM.

Menurut pihak Pertamina, kondisi BBM 1 Bar tersebut tidak dapat dipastikan berapa liter BBM yang tersisa secara akurat. Sebagai informasi, kapasitas tangki kendaraan tersebut adalah 6,6 Liter. BBM yang dikuras ditampung di wadah, kemudian dihitung hanya dengan menggunakan Gelas Ukur. Volume diperoleh adalah sekitar 3 Liter. Setelah melakukan pengukuran tersebut, pengawas SPBU langsung mengganti kekurangan BBM dengan memberikan BBM dari Pertamax kemasan.

Berdasarkan kejadian tersebut, tim Pertamina telah melakukan pengecekkan takaran seluruh volume Nozzle, pengecekkan mesin dispenser, pemeriksaan CCTV SPBU saat terjadi kejadian, Laporan Arus Minyak SPBU. Hasil pengecekkan takaran menunjukkan seluruh Nozzle di SPBU masih memenuhi standar toleransi Metrologi (0,5%) dan standar Pasti Pas (0,3%). Selain itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda modifikasi pada mesin dispenser. Dispenser tersebut sebelumnya sudah di-Tera oleh Dinas Metrologi.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, Pertamina menyatakan bahwa pengisian BBM sudah sesuai aturan yang berlaku dan tidak ditemukan adanya indikasi kecurangan oleh pihak SPBU. Atas kejadian ini, Pertamina menghimbau, apabila ada keraguan dalam hal kepastian takaran, maka pengecekan yang dilakukan langsung dari dispenser ke Bejana Ukur /Eij Can yang telah di Tera Metrologi, bukan dari tangki BBM motor.

Bagi konsumen yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center Pertamina di nomor 1-500000, atau melalui email [email protected]

Comments
Shares