Ganjil Genap Untuk Motor? Ini Reaksi Para Pemotor

Ganjil-Genap Sepeda Motor

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemprov DKI Jakarta berwacana akan memberlakukan Ganjil Genap untuk motor pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini tentunya mendapatkan reaksi keras dari masyarakat, yang menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi dalam beraktivitas keseharian.Banyak masyarakat yang tidak setuju dengan pemberlakuan ganjil genap sepeda motor, sama halnya dengan wacana serupa yang sempat di gadangkan Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2019 lalu.

Salah satu pengguna motor yang tidak setuju dengan peraturan ganjil genap tersebut adalah Yogi Normansyah. Pegawai di salah satu perusahaan yang kantornya berada di kawasan Thamrin ini berpendapat, bahwa pemberlakuan aturan ini bakal menimbulkan masalah baru, dimana masyarakat akan berbondong-bondong menggunakan transportasi umum dimana bisa saja akan menambah angka penyebaran virus Covid-19.

“Tidak setuju, jadi ramai-ramai pakai transportasi publik bakal makin melonjak penyebaran virus. Mau sampai kapan seperti ini?,” tegas Yogi.

Sependapat dengan Yogi, Bro Navin dari komunitas Suzuki GSX Owner Indonesia (SUGOI) Chapter Jakarta juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya kebijakan peraturan ini akan menyulitkan masyarakat yang merupakan pekerja lapangan dan menggunakan sepeda motor sebagai alat trasnportasinya.