Ganti Knalpot Racing, Jangan Lupa Seting Ulang Bagian Ini

Ganti knalpot racing jadi salah satu jalan mencari tambahan performa. Tapi ada hal yang harus kamu ketahui saat mengganti kenalpot standar dengan knalpot racing biar hasilnya maksimal.

Pasca ganti knalpot racing pasti ada yang berubah dari kondisi si motor terutama kadar CO nya. Makanya CO motor injeksi mu harus disetting ulang untuk hasil terbaik.

Untuk nyeting CO diperlukan FI Diagnostic Tool. Secara teknis, bila alat ini dicolok ke salah satu kabel di ECU, maka FI Diagnostic Tool akan memberi info lengkap tentang kondisi injeksi maupun komponen penunjang kerja injeksi, termasuk info CO. Cara menggunakannya, sambungkan tiga kabel alat tersebut, kabel hijau disambungkan ke self diagnostic yang posisinya di bawah jok, warna merah ke (+) aki dan hitam ke (-). Ingat, kunci kontak harus dalam kondisi ON atau nyala.

Andri mekanik dari speed shop Polaris di Jl. Kebun Jeruk 3, Kota Jakarta Pusat, menerangkan bagaimana cara nyeting CO motor injeksi yang benar pasca ganti knalpot racing.

FI Diagnostic Tool

“Kadar CO standar dari pabrikan yaitu di angka “0” sedangkan batas valuenya maksimal mulai dari angka “0” ke -30 atau “0” ke angka +30. Untuk motor injeksi yang ganti knalpot racing, ada baiknya menyetting CO pada value angka 4 sampai dengan 8. Settingan itu sudah cukup enak buat motor injeksi yang pakai knalpot racing,” ujar Andri.

Andri juga mengingatkan kepada para bikers jangan asal setting CO motor apa lagi dengan motor yang pakai knalpot racing.

Lebih lanjut Andri menjelaskan, bila value dinaikan kadar CO nya, efek yang terjadi tenaga motor bertambah karena CO meningkat atau emisinya juga berlebih.

Setiap penambahan satu angka pada adjuster maka yang terjadi adalah penambahan suplay bensin sebesar 0,05 cc, dibanding sebelumnya. Sedangkan kalau angkanya dibuat minus atau di bawah “0”, itu artinya miskin bahan bakar. Efeknya mungkin tarikan agak enteng tapi tidak bertenaga. Selain itu mesin juga akan lebih cepat panas.Prat

Comments