Saturday, October 31, 2020

Hindari Makanan Bergaram Tinggi Saat Touring

Saat sedang melakukan perjalanan touring, sebaiknya Sobat Zonbie hindari makanan bergaram tinggi. Apa saja makanan tersebut? Yuk, simak ulasannya.

Membatasi konsumsi makanan tinggi garam merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dan memelihara kesehatan jantung. Jika konsumsinya tidak dibatasi, makanan tinggi garam dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan komplikasinya.

Garam adalah mineral kristal yang terbuat dari natrium (sodium) dan klorida. Meski umumnya digunakan sebagai bumbu masakan, garam juga dapat digunakan sebagai pengawet makanan serta penambah rasa, tekstur, dan warna makanan.

Kandungan natrium dan klorida bermanfaat untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh, mendukung kinerja dan fungsi saraf, serta mengendalikan kontraksi otot tubuh.

Namun, manfaat garam untuk kesehatan tubuh tersebut baru bisa diperoleh asalkan Anda mengonsumsi garam dalam takaran yang sesuai, yaitu tidak lebih dari 1 sendok teh garam atau setara 1.500 miligram (mg) natrium tiap harinya.

Jika dikonsumsi terlalu banyak, garam bisa menyebabkan tekanan darah meningkat dan memicu hipertensi. Penyakit ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi, seperti stroke, penyakit jantung, dan kerusakan ginjal.

Nah, saat bepergian jauh atau touring, sebaiknya Sobat Zonbie hindari makanan bergaram tinggi. Apa saja makanan tersebut? Berikut, zonabikers.com berikan contohnya yang dikutip dari linimasa Alodokter.

1. Makanan cepat saji

Kebanyakan makanan cepat saji atau fast food mengandung kalori dan natrium yang tinggi. Sebagai contoh, dalam sebungkus mi instan terkandung sekitar 750–950 mg natrium atau mungkin lebih dari itu. Jumlah ini setara dengan kandungan natrium pada 1 potong pizza atau 1 hamburger ukuran sedang.

Sementara itu, kandungan natrium dalam 1 porsi ayam goreng cepat saji bisa mencapai 2.100 mg. Kandungan natrium pada kentang goreng juga tergolong tinggi.

Selain itu, ikan dan daging olahan, seperti ikan asin, ikan yang diasap, daging ham, sosis, dan berbagai jenis frozen food atau makanan beku lainnya juga termasuk dalam makanan tinggi garam.

2. Makanan kaleng

Makanan yang dikemas dalam kaleng, seperti kornet dan ikan kalengan, juga umumnya tergolong dalam kategori makanan tinggi garam. Rata-rata kandungan natrium pada makanan kalengan ini berkisar antara 200–700 mg per porsi.

Sayur dan buah kalengan juga termasuk dalam daftar makanan tinggi garam. Dalam setengah cangkir sayur kalengan saja bisa terkandung sekitar 350–500 mg natrium.

3. Produk olahan susu

Produk olahan susu merupakan salah satu sumber kalsium dan vitamin D. Namun, terlalu sering mengonsumsinya juga tidak baik bagi kesehatan Sob.

Beberapa produk susu dan olahannya, seperti keju, mentega, dan margarin, diketahui mengandung garam dalam jumlah banyak. Dalam sekitar 30–50 gram produk olahan susu, terkandung sekitar 60–400 mg natrium.

Namun, jumlah natrium atau garam tersebut juga tergantung pada jenis keju, mentega, atau margarinnya. Sebagai alternatif, Sobat Zonbie bisa memilih produk olahan susu yang rendah garam atau berlabel unsalted.

4. Camilan

Makanan tinggi garam selanjutnya adalah camilan ringan, terutama yang rasanya asin atau gurih. Contohnya keripik kentang, kacang asin, jamur krispi, kulit ayam goreng, dan gorengan.

Kandungan natrium pada seporsi camilan ini rata-rata berkisar antara 250-400 mg. Jumlah garam atau natrium pada camilan bisa lebih tinggi jika ditambahkan banyak perasa.

5. Sereal instan dan biskuit

Sereal merupakan salah satu jenis makanan yang banyak dikonsumsi saat sarapan. Meski mengandung serat yang cukup tinggi, sebagian besar sereal kemasan juga tinggi akan kandungan natrium. Beberapa produk sereal juga banyak mengandung gula.

Satu porsi sereal instan bisa mengandung sekitar 200–300 mg natrium. Ini belum termasuk kadar natrium dari segelas susu yang biasanya dicampurkan dalam sereal.

Selain sereal instan, menu sarapan lain yang mengandung natrium tinggi adalah biskuit, pancake, kue kering, dan donat yang rata-rata mengandung sekitar 400–800 mg natrium per porsinya.

Selain 5 jenis makanan di atas, ada pula jenis pangan tinggi garam yang sering tidak kita sadari, yaitu acar, asinan, saus cabai, saus tomat, saus salad, kecap, dan berbagai bumbu masakan instan.

1 COMMENT

Comments are closed.

Latest Update

Ulang Tahun BLOG Dirayakan Dengan Kegiatan Sosial dan Ganti Kapten Baru

Bekasi Lexi Owner Group (BLOG), rayakan hari ulang tahunnya yang ke-2. Perayaan ulang tahun BLOG digelar di Kedai Pojok, yang berada satu gedung dengan...

Rombongan Oknum Bikers Pengguna Moge Keroyok Anggota TNI, Minta Maaf Tidak Pakai Aksi Materai

Sebuah video viral ramai jadi pembicaraan netizen di sosial media. Rombongan oknum bikers penguna motor gede (moge) asal Bandung, mengeroyok dua anggota TNI di...

Suzuki Nex II Warna Baru Makin Dinamis dan Stylish

Pekan ini, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS)selaku Agen Pemegang Merek (APM) sepeda motor Suzuki, hadirkan warna-warna baru untuk beberapa varian motor Suzuki. Setelah Suzuki...

Lampu Sein JPA Cyber Bikin Tampilan All New NMax Makin Modis

GMA Product Series, kembali hadirkan aksesoris terbaru untuk Yamaha All New NMax 2020. Lampu sein JPA Cyber bakal membuat tampilan Yamaha NMax Sobat Zonbie...

Warna Baru Suzuki Address FI Makin Matang dan Dewasa

Setelah sebelumnya menghadirkan warna baru pada Suzuki All New Satria F150 dan Suzuki GSX-R150, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga menghadirkan penyegaran warna baru...