Honda PCX 150 Lokal, Gambot Buat Orang ‘Berbobot’

Sebelum hadirnya PCX 150 lokal, Zonbie sudah sempat mencicipi Honda PCX 125 dan PCX 150 versi Thailand (mesin 153 cc non LED) dan jujur, impresi pada PCX anyar ini tak banyak berubah.

Paling kentara di posisi duduknya. Tetap ergonomis dan nyaman, walau tester Zonbie bobotnya ‘cuma’ 100 kg. Apalagi pihak Honda menyatakan jika ada revisi dari posisi sok belakang, lalu dek yang lebih panjang dan busa jok yang makin tebal.

Loading...


Nah, yang berbeda dari PCX-PCX sebelumnya adalah saat menyalakan mesinnya. Nggak perlu lagi colok-colok kunci. Tapi, cukup kantongi remotenya, lalu tekan dan putar knob keylessnya. Buat yang sudah pernah pakai Suzuki GSX-R150 dan Yamaha Aerox 155 S-Version pasti tak asing lagi.

Akselerasi yang ditawarkan oleh PCX 150 terbilang halus tak terlalu menghentak. Bahkan cenderung lebih kalem dari skuter entry level, Honda BeAT yang galak di putaran bawah. Mungkin kalau bobot pengendaranya lebih ringan akan berbeda hasilnya.

Loading...


Memang, trek parkiran JIExpo Kemayoran yang jadi lokasi first ride kurang mengakomodir potensi putaran atas PCX 150. Gantinya, ada trek zigzag yang seolah menjadi simulasi kondisi mobilitas kaum urban perkotaan yang kerap terjebak macet.

Di trek ini, PCX 150 mampu menjawab keraguan Zonbie akan bodi bongsornya yang dirasa bakal merepotkan kala menekuk setang di kemacetan. Tapi justru tetap terasa lincah dan mudah menaklukan trek zig zag.

Loading...


Zonbie juga merasa lebih percaya diri saat menikung karena upgrade ukuran ban yang dilakukan Honda dengan menambah lebar ukuran ban depan dari 90/90-14 ke 100/80-14 di depan. Dan penambahan size menjadi 120/70-17 dari 100/90-14 di belakang. Apalagi rem motor yang Zonbie pakai juga sudah ditunjang ABS.

Kesimpulannya, jika Sobat Zonbie memiliki budget sekitar Rp 30 jutaan dan ingin punya skuter mewah, PCX 150 ini bisa jadi pilihan. Namun, jika motor yang simple tanpa bodi bongsor menjadi incaran Sobat Zonbie, PCX 150 jelas bukan motor idaman.

Loading...