Ini Deretan Motor Sport Era 80-an Yang Dianggap Aneh di Jepang

Japanese Domestic Market (JDM) bukan cuma berlaku untuk dunia mobil lho Sobat Zonbie. Motor pun demikian.

Di era 80-an, sebelum konsep global product berkembang, banyak motor dari pabrikan The Big Four (Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki) yang hanya dijual di pasar domestik Jepang.

Saat itu, pasar motor di Jepang tengah booming. Bahkan setiap tahunnya ada puluhan model baru yang meluncur di sana.

Yang paling digemari saat itu adalah motor replika GP, seperti Yamaha TZR250 atau Honda NSR250R. Serta motor gambot yang berotot sekelas Suzuki Katana 1100 atau Kawasaki Ninja GPZ900R.

Namun dikutip dari berbagai literatur, ada beragam model motor sport yang bukan hanya gagal di pasaran, tapi juga berujung olok-olok di Jepang. Apa saja? Yuk simak Sobat Zonbie.

Honda FTR250

Dilihat dari konsepnya sebagai motor tracker pesaing Yamaha TW, Honda FTR250 seolah lahir sebelum jamannya.

Pasalnya, alih-alih mendapat kesuksesan motor yang lahir pada 1986 ini justru terpuruk.

Padahal, tampilannya diturunkan dari motor balap flat tracker Honda RS750D versi 1984 yang sukses di balapan AMA Flat Tracker, Amerika.

Mesinnya sendiri berspesifikasi 4-tak 249 cc dengan pendingin udara dan diklaim bertenaga 27 ps dan torsi 23,5 Nm.

Kegagalannya diklaim karena konsumen tengah gandrung replika motor balap saat itu. Bahkan mereka menyebut FTR250 layaknya motor yang memakai lampu kotak bekal nasi dengan spion besar motor dinas.

Hanya setahun masa produksi motor ini sebelum akhirnya pensiun di pasar domestik Jepang. Uniknya, di era 2000-an, Honda kembali menawarkan motor dengan konsep sama, bahkan bermesin lebih kecil, FTR223 dan sukses.

Halaman Selanjutnya, Yamaha Replica GP250…

Comments
1 2 3 4
Shares