Jangan Asal Pilih Jas Hujan Jika Tidak Mau Seperti Ini

Saat mengikuti klubnya turing ke Jonggol, di tengah perjalanan tiba-tiba turun hujan. Tatang dan Heri yang tidak melengkapi perjalanannya dengan jas hujan terpaksa berhenti di sebuah mini market untuk membeli jas hujan. Tak ada pilihan lain, maka diambilnya 2 buah jas hujan.

Namun saat dipakai Heri yang bertubuh besar, jas hujan terlihat ketat. Sedangkan jas hujan yang dipakai Tatang yang bertubuh mungil terlihat seperti orang-orangan sawah. Naasnya lagi, Heri merasa celana hujan yang dipakainya makin longgar, padahal perjalanan belum sampai di lokasi yang dituju. Ternyata, setelah diamati sobek di bagian paha. Begitu pun dengan Tatang, karena sering naik turun dari motor, celana hujannya pun ikut sobek karena tersangkut.

Loading...


Nah, untuk menghindari kejadian serupa yang telah dialami Tatang dan Heri, alangkah baiknya untuk menyiapkan segala sesuatu sebelum berkendara di musim hujan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya buat Sobat Zonbie yang kerap mengandalkan si “kuda besi” sebagai tunggangan untuk menyiapkan perlengkapan berkendara di musim hujan.

Salah satu perlengkapan berkendara saat musim hujan adalah Jas Hujan. Ada beberapa bentuk, ukuran, merek dan harga jas hujan. Demi keamanan saat berkendara di musim hujan, hendaknya gunakan jas hujan tipe stelan (atasan dan bawahan). Hindari penggunaan jas hujan ponco karena akan mengganggu saat berkendara yang dapat menimbulkan celaka.

Jangan pilih jas hujan model Ponco, berbahaya!

Saat membeli jas hujan, disarankan untuk teliti kualitas dari perlengkapaan tersebut. Belilah jas hujan di toko yang memang menjual perlengkapan outdoor atau aksesoris motor. Pilihlah jas hujan yang memang tanpa jahitan agar air tidak meresap melalui jahitan tersebut. Sesuaikan ukuran jas hujan dengan tubuh, tidak terlalu longgar atau sempit.

Loading...