Jika Terpaksa Pakai Ban Bekas Untuk Motor Harian, Jangan Sepelekan Saran Ini

Journalist Max Community - Ban Bekas

Ada pro dan kontra dalam penggunaan ban bekas. Sebagian orang beranggapan boleh saja menggunakan ban bekas asalkan

ZONABIKERS.COM – Ban motor merupakan komponen motor penting dan harus selalu diperhatikan kondisinya. Karena kondisi ban akan sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Selain akan mengurangi kenyamanan berkendara, penggunaan ban yang bermasalah juga berpotensi menimbulkan bahaya dan potensi kecelakaan makin tinggi.

Baca Juga : Beli Suspensi After Market Teliti Sebelum Membeli Biar Nggak Rugi

Loading...


Terkait masalah ban motor, tak sedikit pemotor yang menggunakan ban seken alias ban bekas pakai karena harganya lebih bersahabat. Ada yang menggunakan ban bekas dipakai latihan atau balapan di sirkuit, dan ada juga ban copotan dari pengguna motor yang telah ganti ban dengan yang baru.

Ada pro dan kontra dalam penggunaan ban tersebut. Sebagian orang beranggapan boleh saja asalkan kondisinya masih layak pakai. Dan sebagian orang lainnya tidak mau menanggung risiko akibat menggunakannya.

Dikatakan Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk yang merupakan produsen Ban IRC, jika terpaksa memakai ban bekas balap atau bekas motor harian boleh-boleh saja, apalagi di tengah kondisi pandemi yang sangat berdampak pada kondisi ekonomi seseorang.

Loading...


Pun demikian, pria penggemar kuliner Pepes Tempoyak ini mengingatkan agar teliti sebelum membeli. Baik itu ban bekas dipakai balap atau ban bekas motor harian.

“Ada baiknya memperhatikan kondisi ban terlebih dahulu sebelum membeli dan menggunakan ban bekas untuk motor harian,” buka Dodiyanto.

“Yang pertama perhatikan batas Tread Wear Indicator (TWI)-nya. Jika permukaan ban belum menyentuh TWI, ban tersebut masih bisa digunakan untuk sementara waktu. Tapi jika TWI sudah menyentuh atau sejajar dengan permukaan tapakan ban, lebih baik jangan digunakan,” tutur pria yang juga penikmat Pete, Jengkol dan Kopi ini.

Loading...


Baca Juga : Ban IRC dan Zeneos Kini Lebih Ramah Lingkungan Tanpa Plastik

Baca Juga : IRC Luncurkan IRC RX-02 Performa Tinggi, Sanggup Diajak Ngebut Hingga 210 KPJ

Baca Juga : IRC Sabet Indonesia TOP Digital PR Award 2021

Loading...


Ketika TWI yang berbentuk tonjolan kecil yang bisa ditemukan di celah kembangan / pattern ban telah atau hampir sejajar dengan tapakan ban, itu artinya ban sudah harus diganti dengan yang baru. karena tingkat keausan ban dapat dilihat dari TWI.

“Kedua, perhatikan kondisi ban secara menyeluruh apakah ada yang retak atau tidak. Kalau ada yang retak lebih baik jangan dipakai,” sambungnya.

Pria yang juga aktif di media sosial ini juga menyarankan agar jangan menggunakan ban slick untuk harian, baik itu ban baru apalagi ban bekas.

Loading...


“Saya sering liat bikers pakai ban slick untuk sunmori. Itu sangat berisiko. Kalau di sirkuit, kita tau kondisi aspal dan permukaan treknya. Tapi kalau di jalan raya, kita tak tahu apakah banyak lubang atau berpasir.”

“Itu sangat tidak disarankan,” tegasnya.

Nah… Jika terpaksa menggunakan ban bekas, jangan lupa untuk memerhatikan kondisi ban sebelum memasangnya di motor kesayangan.

Loading...


Karena jika kondisi ban sudah tidak layak pakai seperti yang dikatakan Dodiyanto di atas, alih-alih menghemat biaya malah bisa mengeluarkan kocek lebih besar, karena kualitas dan performanya sudah sangat rendah.

Selain itu, juga berisiko menimbulkan kecelakaan.

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here