Merokok Saat Berkendara

Kamera ETLE di Jalur Busway Mulai Beroperasi 1 Februari 2020

Bagi pelanggar yang memiliki kebiasaan masuk jalur busway, kini tidakkan bisa lolos dari jeratan tilang elektronik. Pasalnya, pada tanggal 1 Februari 2020 nanti kamera ETLE akan mulai dioperasikan di jalur busway.

Dikutip dari NTMC Polri, pelanggar lalu lintas di jalur bus Transjakarta akan dipantau langsung kamera Tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Meskipun tidak ada petugas kepolisian, pelanggar bisa dijerat oleh hukum.

Baca juga : 57 Kamera Siap Awasi, Tilang Elektronik Motor Ini Lokasinya

Tilang elektronik ini akan diberlakukan di koridor VI jurusan Ragunan-Dukuh Atas 2 mengingat jalur tersebut sering terjadi pelanggaran.

“Kita ambil satu titik di koridor VI karena memang jalur tersebut sering digunakan kendaraan untuk masuk busway. Kedepan, harapannya semua koridor terpasang kamera ETLE,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf di Jakarta, kemarin.

Menurut Kombes Pol Yusuf, tilang elektronik di jalur Transjakarta tidak hanya berlaku bagi sepeda motor, tapi juga mobil. Mekanisme tilang elektronik bagi motor menurut Kombes Pol Yusuf tidak berbeda dengan yang diterapkan terhadap mobil. Pelanggar yang tertangkap kamera ETLE menerobos busway akan dikirimi surat konfirmasi ke alamat yang sesuai dengan surat tanda nomor kendaraan(STNK).

Pemilik kendaraan yang dikirimi surat tersebut diberikan tenggat untuk konfirmasi selama dua minggu. Apabila tidak ada konfirmasi sampai batas waktu yang ditentukan, polisi akan melanjutkan proses ketahapan selanjutnya, yakni pengiriman berkas kekejaksaan.

“Fungsi kamera tilang elektronik guna mengawasi pelanggaran yang dilakukan pengemudi kendaraan dan meningkatkan ketertiban berlalu lintas. Selain itu, kamera tilang elektronik juga mempersempit ruang gerak bagi pelaku kejahatan atau pencuri kendaraan bermotor,” terang Kombes Pol Yusuf.

Tilang elektronik sepeda motor dan mobil juga akan diterapkan di Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Selama ini kamera tersebut hanya merekam pelanggaran terhadap mobil, namun mulai Februari mendatang sepeda motor juga akan kena.

Dalam pelaksanaan penindakan, kamera yang digunakan sudah diprogram untuk menangkap pelanggaran yang dilakukan pengendara motor. Pelanggaran yang ditindak dengan kamera mulai tidak menggunakan helm, lawan arus, berboncengan lebih dari dua, serta pelanggaran lainnya.

“Tadinya memang di program untuk pelanggaran roda empat, tapi sekarang untuk semuanya,” kata Kombes Pol Yusuf.

Comments
Shares