Wednesday, April 14, 2021

Kenali Mekanisme E-Tilang, Jangan Coba-coba Langgar Lalu Lintas Sob!

Sobat Zonbie yang masih kerap melanggar lalu lintas seperti masuk ke jalur busway, atau berhenti di depan garis putih saat lampu merah, ada baiknya mulai hindari kebiasaan buruk tersebut.

Pasalnya, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya tengah menyiapkan dan mensosialisasikan pemberlakuan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), alias tilang elektronik (E-Tilang) Sob!

Tujuannya sih mulia, buat menyesuaikan dengan kebutuhan jaman, menghindari korupsi ‘uang damai’ dan jelas untuk membiasakan pengguna jalan untuk lebih disiplin dan tertib berlalu lintas.

Rencananya ujicoba akan dilakukan mulai Oktober 2018 mendatang selama sebulan.

Untuk mekanismenya, E-Tilang akan terintegrasi dengan CCTV yang terpasang di beberapa jalan protokol ibukota (untuk awal dipasang di Jl. Sudirman-Thamrin).

Nantinya CCTV akan merekam data pelanggar, mulai dari wajah pengemudi, nomor polisi kendaraan dan fisik kendaraan (merek, warna dan tipe). Which is data tersebut terintegrasi ke pusat monitoring kepolisian untuk kemudian dibuatkan bukti pelanggarannya.

Setelah bukti dikirim ke pelanggar, ya si pelanggar wajib bayar dendanya. Terus kalau malas, atau nggak mau bayar? Hukumannya lebih fatal Sob! Karena setelah dua minggu belum ada pelunasan denda, maka STNK kendaraan bisa diblokir. Efeknya jelas, biaya buat un-blokir STNK bisa lebih mahal dari jumlah tilangnya.

Latest Update