Monday, January 25, 2021

Lampu Hazard Jangan Asal Nyalakan, Ada Aturannya

Lampu hazard saat ini tidak hanya tersedia di mobil saja, beberapa pabrikan sepeda motor saat ini juga menyematkan fitur ini pada sepeda motor produksinya.

Minimnya edukasi tentang penggunaan lampu hazard jadi polemik tersendiri dijalan raya. Hazard yang seharusnya digunakan saat dalam keadaan berhenti darurat malah digunakan dalam berbagai keadaan seperti konvoy, saat hujan dan lain sebagainya.

Lampu Hazard

Fungsi dari penggunaan hazard sendiri sebenarnya sudah tertuang jelas dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang berbunyi ; Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan.

Ditegaskan pula oleh Subdit Dikyasa TMC Polda Metro Jaya, AKP Sri Pamuncak, penggunaan hazard seharusnya dalam keadaan berhenti darurat. Berhenti darurat yang dimaksud bisa karena mesin mogok, mengganti ban, atau kondisi darurat lain yang mengharuskan kendaraan berhenti di jalur darurat.

AKP Sri Pamuncak juga membenarkan penggunaan hazard saat berkonvoy, namun bukan sembarang konvoy. Konvoy yang dimaksud adalah rangkaian banyak kendaraan dalam keadaan darurat misalnya rangkaian konvoy pejabat tertentu, rangkaian konvoy pengantar jenazah atau orang sakit juga rangkaian konvoy pemadam kebakaran.

Latest Update