Mau Ganti Suspensi Belakang? Perhatikan 5 Hal Berikut

Suspensi Belakang

Banyak pemilik motor masih merasa kurang puas saat melihat beberapa part standar atau bawaan kendaraannya. Kaku, tidak eye catching, dan kurang berwarna. Hal demikian jadi alasan beberapa pemotor mengganti part standar atau bawaan sepeda motornya dengan produk after market.

Salah satu komponen yang paling sering diganti adalah suspensi belakang, alasannya ingin lebih tinggi atau lebih pendek agar warnanya senada dengan motornya, atau hanya sekedar ingin tampilan lebih wah! Tak dipungkiri, peredam kejut atau shockbreaker standar atau bawaan pada sepeda motor memang mempunyai tampilan yang biasa saja, rata-rata berwarna hitam dan terlihat biasa saja. Hal ini menjadikan pemilik kendaraan mengganti part tersebut agar terlihat lebih menarik.

Loading...


Sebenarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengganti suspensi belakang. Ucok Marbun pemilik Vidici Tire Shop yang juga spesialis kaki-kaki motor di kawasan Beji, Depok, Jawa Barat, melihat banyak pemilik motor asal saja dalam mengganti suspensi.

Arti “asal” yang dimaksud Ucok adalah rata-rata pemilik motor mengganti suspensi belakang dengan yang asal murah, asal cocok, asal keren, asal nempel, dan yang terpenting part tersebut bernama suspensi belakang. Masih menurut pria ramah ini, sebelum mengganti part yang bernama suspensi, seharusnya pemilik motor harus benar-benar memilih spesifikasi yang sesuai. Bagaimana caranya?

Pertama, pemilik motor harus memastikan suspensi yang dibeli adalah yang diperuntukan khusus untuk sepeda motor miliknya.

Loading...


Kedua, perhatikan kualitas dan kuantitas bahan suspensi yang dipilih, jika asal dalam memilihnya ini akan berakibat fatal pada kenyamanan dan keamanan berkendara.

Ketiga, konsumen harus jeli dan dapat membedakan mana produk asli dengan produk KW atau aspal, jangan mudah tertipu dengan harga miring atau murah.

Keempat, pilihlah suspensi dengan merek berkualitas dan jaminan terhadap produknya, hal ini dilakukan agar konsumen terjamin dan puas terhadap produk yang telah dibelinya.

Loading...


Kelima, pastikan jenis atau tipe suspensi yang dibutuhkan, sesuaikan dengan kebutuhan. Misal suspensi untuk motor harian gunakan yang memang khusus harian, jangan gunakan suspensi balap pada motor harian atau sebaliknya. “Lima hal tersebut harus diperhatikan pemilik motor sebelum mengganti suspensi motornya. Ini demi kenyamanan dan keamanan selama berkendara, modifikasi itu upgrade bukan downgrade,” tutup Ucok. (Reza Agis)