Melawan Arus Lalu Lintas

Melawan Arus Lalu Lintas Bisa Dipenjara! Mau?

Pelanggaran aturan berlalu lintas dengan cara melawan arus lalu lintas, kerap kali kita jumpai di beberapa ruas jalan. Dengan alasan malas untuk putar balik, jauh dan tidak tahu ada larangan, jadi dasar banyaknya pelanggaran lawan arus di jalan.

Melawan Arus Lalu Lintas

Pada saat Operasi Patuh Jaya yang digelar oleh Kepolisian beberapa waktu lalu, melawan arus lalu lintas jadi pelanggaran paling banyak. Kepolisian pun telah menindak tegas para pelanggar dengan memberikan sanksi denda tilang.

Baca juga : 3 Jenis Pelanggaran Aturan Berlalu Lintas Yang Sering Dilakukan Pemotor

Meski demikian masih banyak pengendara di jalan yang tidak kapok dan masih melanggar sebelum maut menjemput. Sudah jelas dituangkan didalam pasal 106 ayat ayat (4) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan  yang mengatur mengenai ketentuan yang wajib dipatuhi pengendara motor yakni berbunyi :

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan:”

  1. rambu perintah atau rambu larangan;
  2. Marka Jalan;
  3. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
  4. gerakan Lalu Lintas;
  5. berhenti dan Parkir;

Jadi mengenai sanksi pengendara bermotor yang melanggar ketentuan pasal 106 ayat (4) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sudah sangat dijelaskan didalam pasal 287 ayat (1) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyatakan bahwa :

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).”

Melawan arus sendiri berdasarkan keterangan Kepolisian Lalu Lintas, merupakan bentuk pelanggaran berat. Termasuk didalamnya adalah melebihi batas kecepatan serta melanggar lampu lalu lintas dan garis stop.

Jika terjadi kecelakaan akibat melawan arus pun bisa menyebabkan kematian. Pelaku pelanggaran tentunya bisa dikenakan pasal berlapis dalam kejadian tersebut.

Nah Sob, untuk itu ayo kita tetap tertib di jalan. Stop pelanggaran melawan arus demi keselamatan diri sendiri juga pengendara lainnya. Keselamatan berkendara bisa dimulai dari diri sendiri, saling mengingatkan kepada saudara dan juga pengendara lain ya.

 

Comments
Shares