Mencicipi Inazuma 250

Setelah sekian lama mendambakan punya motor berselinder kembar, akhirnya impian gw jadi kenyataan, motor harian gw sekarang bermesin stereo.

Yaah walau nggak sepenuhnya mimpi itu jadi kenyataan karena itu motor dinas, tapi seenggaknya udah dua bulan Inazuma nemenin aktivitas harian gw, termasuk touring.

Ternyata punya motor bermesin agak gede banyak suka dukanya. Dukanya so pasti bangga dan bisa menikmati speed dan akselerasi yang mak nyuss. Kalau dukanya, ini motor bongsor dan berat jadi agak repot saat parkir di tempat sempit. Terus konsumsi bensinnya yang bikin hati dag dig dug karena kudu ngatur ulang pengeluaran.

Jika dibanding motor di kelasnya, Inazuma termasuk irit. Tapi karena gw biasa pakai motor 150cc, otomatis jajan bensinnya jadi 2x lipat dari jajan bensin motor 150cc.

But overall, ini motor rasanya maknyusss.. Enak buat di dalam kota apalagi buat touring.

Comments