Mitsubishi Fuso Ingin Kuasai Pasar Truk Dengan Geber Penjualan Fighter

Mitsubishi Fighter

Mitsubishi Fuso ingin mempertahankan penguasaan 48 persen pasar truk Indonesia pada 2021. Bukan penjualan Colt diesel yang ingin digeber untuk mencapainya, melainkan satu model truk lainnya yaitu Fighter.

Sekadar mengingatkan, pada 2020 silam, mereka kembali menjadi merek truk nomor satu di negeri ini, dengan membukukan pangsa pasar 48,1 persen. Gara – gara pandemi virus Corona (Covid-19), penjualan retail (dari dealer ke konsumen) Mitsubishi Fuso hanya 24 ribu unit atau turun 42,5 persen dibandingkan 2019, sementara pasar truk jeblok 48,2 persen menjadi 49.921 unit saja.

“Ini adalah permintaan terkecil dalam satu dekade terakhir,” tegas Naoya ‘Rocky’ Takai selaku Presiden Direktur PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) dalam Virtual Media Gathering 2021 pada Selasa (30/3/2021).

Loading...


Rocky memproyeksikan penjualan truk pada 2021 meningkat 30 persen menjadi 64.900 unit. Sebanyak 48.800 unit dikontribusikan truk ringan (light duty truck/LDT) dan 10.600 dari truk medium (medium duty truck/MDT).

“Melihat prediksi tersebut, KTB menargetkan pangsa pasar sama, dengan volume 31.220 unit,” terang mereka.

Duljatmono, Sales and Marketing Director KTB, menjelaskan prediksi peningkatan pasar truk didasarkan oleh membaiknya kondisi sektor – sektor bisnis yang mendorong konsumsi kendaraan jenis ini. Pertama sektor logistik yang pada 2020 amat diandalkan sebagai kontributor utama penjualan di tengah lesunya banyak bisnis akibat pandemi.

Loading...


“Kedua, dari akhir tahun lalu, adalah sektor plantation seperti CPO (Crude Palm Oil/Kelapa Sawit) yang sebelumnya memberi dukungan tinggi kini terus menguat dan harganya terus membaik. Ini berlanjut di 2021. Prediksi kami maupun ekonom 2021 juga momen dimulainya pemulihan ekonomi. Bahkan pertumbuhan ekonomi bisa cukup tinggi walau belum bisa mencapai seperti pada 2019,” papar Momon, sapaan Duljatmono.

Tampilan depan Mitsubishi Fighter

 

Truk Fighter

Dari target penjualan 31.220 unit yang dipasang Mitsubishi Fuso, sebanyak 28.460 unit di antaranya diharapkan datang dari model truk ringan Colt Diesel. Peningkatan volumenya 28 persen jika dibandingkan pada 2020, dengan pangsa pasar di segmennya yang meningkat tipis 0,3 persen menjadi 58,3 persen.

Misi besar dibebankan pada model truk medium Fighter. Volumenya tahun ini ditargetkan 2.760 unit, tumbuh pesat 58 persen dari 2020, dengan pangsa pasar di segmennya yang meningkat 2,6 persen menjadi 26 persen.

Loading...


Sejak meluncur pada 2018, Fighter sudah memiliki 18 varian. Penerimaan paling baik terhadap Fighter sejauh ini baru dari Pulau Sumatera dan ekspansinya akan diperluas lagi dengan lebih agresif tahun ini.

“Sumatera (Fighter) cukup kuat dan kami akan kembangkan di wilayah lain terutama Pula Jawa yang potensi pasarnya sangat besar. Sebanyak 50 persen ada di Pulau Jawa termasuk Jabodetabek. Termasuk juga Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Model ini (truk medium) sangat signifikan digunakan di pertambangan dan di Kalimantan ada bauksit sedangkan di Sulawesi nikel,” pungkas Momon.

Strategi lain Mitsubishi Fuso pada 2021 adalah memperkuat dan menyempurnakan layanan purnajual konsumen. Strategi digitalisasi seperti pemasaran serta penjualan online pun diperkukuh seiring perubahan perilaku di masa pandemi.

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here