Motor Ditarik Leasing Karena Tak Mampu Bayar Cicilan, Driver Ojol Saling Pinjam Motor

Driver Ojol
Driver Ojek Online / Foto : ruber.od

Dampak pandemi Covid-19 dan pemberlakukan PPKM yang berkepanjangan semakin terasa dan terlihat dampaknya. Salah satu kisah sedih dan mengharukan datang dari driver ojek online yang tergabung dalam komunitas driver ojol di kota Ciamis, Driver Online Ciamis (DOC).

Seperti diberitakan TribunJabar.id, motor yang dijadi alat utama mencari nafkah driver ojek online itu ditarik leasing lantaran sang driver tak mampu membayar cicilan.

Pemberlakuan PPKM membuat ojol sepi order yang membuat penghasilan para driver ojol menukik tajam.

Loading...


“Order menurun tajam, penghasilan berkurang sampai 75%. Ada rekan yang tidak sanggup lagi membayar cicilan motor. Sampai hari ini sudah ada 8 motor rekan kami yang disita leasing,” ujar Ketua Driver Online Ciamis (DOC), Yayan Taryana kepada Tribunjabar.id, Rabu (11/8).

Akibat motornya ditarik leasing, para driver ojol itu pun tak bisa mencari nafkah.

Melihat kondisi rekan seprofesi yang juga berada dalam satu komunitas yang sama, rasa solideritas tinggi antar sesama pun dilakukan dengan meminjamkan motor kepada driver ojol yang motornya ditarik leasing.

Loading...


“Mereka sudah tidak bisa bekerja, hilang penghasilan gara-gara sepeda motornya disita leasing. Akhirya terpaksa pinjam motor rekan yang lagi off. Kami solider, gantian. Ada juga yang nekat sampai sewa sepeda motor orang lain,” katanya seperti dikutip TribunJabar.id.

Sejak pandemi, kata Yayan, pendapatan ojol terus merosot terlebih sejak diberlakukannya PPKM dimana sebagian besar ruas jalan ditutup.

Akibatnya, untuk menunju lokasi penjemputan atau orderan, mereka harus mencari jalan alternatif sehingga jarak tempuhnya jadi lebih jauh.

Loading...


Hal tersebut tentu saja berimbas pada konsumsi bahan bakar sepeda motor yang digunakan sehingga pengeluaran akan semakin besar. Sementara pemasukan dari orderan terus berkurang.

“Waktu normal, sebelum masa pandemi penghasilan bisa mencapai Rp 150.000-Rp 200.000 per hari. Sekarang selama masa PPKM yang terus diperpanjang, dapat Rp 50.000 per hari saja susahnya bukan main,” ujar Yayan.

Penghasilan Rp 50.000 per hari tersebut kadang habis untuk kebutuhan sehari-hari seperti bensin maupun rokok. Kadang bingung, apa yang akan dibawa pulang.

Loading...


“Untuk beli bensin saja sudah habis Rp 20.000 per hari. Sekarang selama PPKM karena banyak jalan yang ditutup, jalannya harus mutar jauh, akibatnya kebutuhan bensin bertambah. Kami berharap ada dispensasi, ojol bisa atau diperbolehkan lewat jalan yang ditutup, penyekatan,” harap Yayan.

Semoga pandemi segara usai dari negeri Indonesia tercinta dan kita semua bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here