Video Viral : Motor Masuk Tol Lewat Gerbang Tol, Bayar Pakai e-Toll Dicari Polisi

Motor Masuk Tol

Sejak kemarin, jagad maya diramaikan dengan video motor masuk Tol. Masuknya motor matic ke jalan Tol tersebut diduga dikendarai oleh seorang emak-emak.

Peristiwa tersebut tertangkap oleh kamera dashboard (dashcamp) dari sebuah mobil yang ada di belakangnya dan viral di media sosial.

Uniknya, layaknya mobil, pengandara motor matic dengan santainya masuk area gerbang tol dan berhenti di depan masin taping e-money (e-toll) sebagai pengganti uang tunai untuk pembayaran masuk jalan Tol.

Loading...


Baca Juga :

Promo Buy One Get One IIMS Hybrid di JIExpo Kemayoran

Usai melakukan tapping e-toll, gerbang pun terbuka dan dengan santai pengendara tersebut melanjutkan perjalanannya melewati jalan Tol tersebut.

Loading...


Belakang diketahui, peristiwa motor masuk Tol tersebut terjadi di Gerbang Tol (GT) Angke 1 Jalan Tol Dalam Kota pada Selasa 20 April 2021.

Dalam keterangan resminya, Manager Area JMTO wilayah Tol Dalam Kota & Prof. Dr. Ir. Soedijatmo, Bismarck Purba mengatakan pengendara motor maruk Tol yang viral di media sosial sejak kemarin itu masuk ke GT Angke 1 sore hari pukul 17.00 WIB.

“Kami bersama dengan pihak kepolisian sedang melakukan penelusuran lebih lanjut melalui rekaman CCTV yang berada di gerbang tol, untuk mengetahui informasi nomor polisi dan pengendara motor tersebut,” ujar Purba dalam keterangan resminya (21/4/2021).

Loading...


Baca Juga :

Custom XSR 155 Yard Built Ala Builder Bali

Karena tindakan itu sebagai sebuah pelanggaran karena jalan Tol hanya diperuntukan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Polisi pun kini tengah mencari pelakukan.

Loading...


“Pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara motor tersebut adalah memasuki jalan tol dengan sengaja dan melanggar rambu-rambu yang ada, maka berdasarkan UU nomor 38 tahun 2004,” tutur Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR), Polda Metro Jaya, AKP Bambang Krisnady.

Atas pelanggaran itu, pengendara tersebut terancam sangsi pidana berupa pidana kurungan selama 14 hari dan denda paling banyak Rp 3 juta.

Sementara berdasarkan UU nomor 22 tahun 2009 dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Loading...


Berikut Vidonya : 

View this post on Instagram

Loading...


A post shared by Zonabikers(dot)com (@zonabikers)

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here