Nih, 3 Fakta Balapan Terganas di Dunia Reli Dakar 2019

Awal tahun selalu menarik bagi pecinta balap dengan dimulainya ajang terganas di dunia, Reli Dakar. Dan Reli Dakar 2019 sudah dimulai pada 7 Januari 2019 kemarin dan akan menempuh perjalanan sejauh 5.000 km hingga finish.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ada tiga fakta menarik dalam Reli Dakar 2019 yang patut ditengok Sobat Zonbie. Apa saja?

Satu Negara

Sejak pertama kali digelar pada 1979, baru di Reli Dakar 2019 inilah hanya ada satu negara, yakni Peru yang menjadi tuan rumah. Biasanya ajang ini digelar di dua negara atau lebih.

Bahkan pada 2018, ada tiga negara yang jadi tuan rumah. Yakni Peru, Bolivia dan Argentina. Pemilihan satu negara ini juga yang membuat jaraknya makin pendek.

Hanya ada enam kota yang akan disinggahi, yakni titik Start/Finish di Lima, lalu Pisco, San Juan de Marcona, Arequipa, dan Tacna.

Medan Berat

Membaca artikel ini bisa membuat Sobat Zonbie kehausan. Hehehe.. Karena meski cuma digelar di Peru, tapi ada tantangan gurun pasir sejauh 3.500 km bagi 137 pereli motor. Ini artinya 70 persen dari 5.000 km trek reli berupa padang pasir. Wuih, panas dan menghauskan Sob.

Selain itu, ada daerah Duna Grande yang berada di ketinggian 1.693 mdpl yang artinya selain tinggi dengan sedikit oksigen, tapi juga gersang karena berupa padang pasir.

Empat Pereli Wanita

Dari 137 pereli di kategori sepeda motor, ada empat pereli wanita yang punya nyali besar untuk turun di Reli Dakar 2019. Diantaranya pereli asal Barcelona di tim KTM Factory Racing, Laia Sanz yang bukan wajah baru di balapan ini.

Lalu ada wakil tim Indigo Racing asal Republik Ceko, Gabriela Novotna. Serta Sara Garcia dari Spanyol yang bergabung di Pont Grup Yamaha. Juga ada pereli tuan rumah yang baru 24 tahun, Gianna Velarde Sumary. Sayangnya secara total pesertanya berkurang 5 motor dari Reli Dakar 2018.

Comments
Shares