Orijingan, Komunitas Vespa Penyuka Barang-Barang Original

Komunitas ini bermula dari nongkrong bareng para pemilik, pengguna, pehobi Vespa pada 12 Februari 2013 di Kota Yogyakarta. Saat itu para penggemar vespa ini membentuk suatu komunitas yang diberi nama ORIJINGAN, sesuai dengan namanya, anggota komunitas ini adalah para pemilik dan penggemar Vespa, Lambretta atau Scooter yang suka dengan barang barang Original.

Tosan, Pendiri dan pengurus Orijingan Indonesia menuturkan bahwa komunitas ini awalnya hanya beranggotakan 6 orang saja, setelah bergabung dan ngobrol di grup BBM, dan melakukan kopdar (kopi darat) di area kota Yogyakarta, akhirnya banyak rekan-rekan di wilayah Yogyakarta dan Solo yang ingin bergabung seperti dari Pemalang, Semarang, Bogor, Jember, Sragen, Jakarta dan Bandung, Lumajang, Banyuwangi, Bali, Balikpapan.

Kata Orijingan sendiri diambil dari kata Ori (diambil dari kata ORIGINAL) terdiri dari orang-orang penyuka Vespa dan aksesoris orisinil, dan Jingan (diambil dari kata Bajingan) terdiri dari kawan-kawan, extreme, non original, yang berasal dari beragam profesi seperti, wiraswasta, petualang, jaksa, bengkel, pedagang repro yang mau disebut sebagai Bajingan dalam artian yang bagus, karena mereka ingin merubah image bajingan yang selama ini dipandang arogan, jahat dan urakan.

Pada pertemuan akbar yang ke-3 pada 27 Maret 2013 di Wonosobo, yang dihadiri oleh perwakilan chapter-chapter seperti Bali, Yogyakarta, Solo, Pati, Pemalang, Cirebon, Bogor, Bekasi dan Jakarta, Orijingan pun sepakat untuk membentuk menjadi sebuah komunitas. Pada saat itu ditetapkan Yogyakarta sebagai Mother Chapter Orijingan Indonesia, dimana kota ini merupakan awal dibentuknya Orijingan Indonesia.

Saat ini tercatat kurang lebih sekitar 400-450 member dan simpatisan yang berasal dari 52 Chapter Orijingan di berbagai wilayah penjuru Nusantara.

Aksi sosial juga jadi kegiatan rutin Orijingan di luar kegiatan kopdar, aksi sosiala dilakukan terlebih saat ada bencana alam dan lainnya seperti banjir Purwodadi, banjir di Garut, Padang, Bima NTB, longsor di Banjarnegara dan yang belum lama dilakukan adalah aksi sosial saat banjir di Brebes.

Orijingan juga kerap mengadakan kegiatan yang sifatnya internal seperti Musda dan Munas serta Gathering member dan simpatisan. Namun tidak menutup kemungkinan Orijingan Indonesia juga akan membuat event yang memiliki skala nasional sebagai ajang siahturahmi Vespa nusantara.

Meski terbilang baru, Orijingan seringkali didaulat sebagai juri dalam event-event komunitas Vespa baik skala daerah maupun nasional. Salah satu yang membanggakan adalah saat Orijingan mendapat penghargaan karena menjadi salah satu penyelenggara dan pendukung penenggelaman 20 bodi Vespa sebagai rumpon di Giliterawangan.

Sesuai dengan visi dan misinya, Orijingan diharapkan dapat semakin meningkatkan peranannya sebagai wadah pemersatu klub dan komunitas pecinta Vespa di Indonesia. (Reza Agis)

Pengurus Pusat Orijingan Indonesia
Ketua Umum : Tosan Aristo
Ketua Harian : Yosy
Bendahara : Penyo
Team Touring : Nyonyo, Tole , Ardi , Miko dan Munir dkk
Dokumentasi dan Publikasi : Hengky Kik.

Facebok : Orijingan
Fan Page : Orijingan Indonesia
Instagram : @orijingan
Twitter : @vespaorijingan
Website : www.orijingan.wordpress.com

Comments
Shares