Fungsi Pendingin Cairan Mesin Motor dan Waktu Penggantian

Motor dengan mesin berperforma tinggi umumnya mengaplikasi pendigin cairan dengan radiator. Selain itu, cairan pendingin atau warter coolant biasanya diaplikasikan pada motor berkompresi tinggi.

Mesin berkompresi tinggi menghasilkan panas lebih tinggi pula. Karena itu dibutuhkan pendingin tambahan selain pendinginan dari udara supaya suhu mesin tetap ideal.

Menyerap Panas

Loading...


Secara garis besar, cairan pendingin mesin tersebut akan menyerap panas yang bersirkulasi lewat water jacket di silinder dan kepala silinder.

Cairan panas tersebut akan didorong menuju radiator. Di radiator, cairan akan tersebar ke pipa-pipa kecil di radiator agar suhunya turun. Cairan yang sudah didinginkan di radiator akan berputar kembali ke area mesin.

Mengetahui Kebocoran

Loading...


Water coolant biasanya berwarna hijau atau merah terang. Warna tersebut bukan sebagai penentu atau pembanding kualitas. Tapi untuk mempermudah pemilik kendaraan mengetahui adanya kebocoran.

Jika terjadi kebocoran pada mesin dan sistem pendinginan, warna tersebut bisa membantu pemilik motor membedakan apakah cairan tersebut oli, cairan pendingin atau hanya tumpahan air saja.

Menaikan Titik Didih dan Mencegah Karat

Loading...


Water coolant memiliki kandungan kimia yang disesuaikan dengan fungsinya. Kandungan kimia yang terdapat di dalamnya berfungsi untuk menaikan titik didih agar tidak mudah panas dan mencegah karat.

Ganti Setelah Menempuh 36,000 Km

Gantilah cairan pendingin setiap jarak tempuh mencapai 36,000 Km. Meski masa penggantian cukup lama, pemilik motor tetap harus mengecek dan mengisi kembali cairan pendingin setiap 12,000 Km.

Loading...


Yang perlu diperhatikan saat akan memeriksa atau mengganti cairan adalah, lakukan pada saat mesin dalam kondisi dingin. Perlu diperhatikan juga, gunakan cairan pendingin sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here