Pengetahuan Keselamatan Jalan, Perlu Diajarkan Sejak Usia Dini

Pengetahuan Keselamatan Jalan

Pengetahuan keselamatan jalan bagi anak-anak sangat penting diajarkan seja usia dini, harapannya kegiatan ini bisa turut membantu mencegah angka fatalitas kecelakaan.

Anak-anak memiliki hak untuk tumbuh sehat dan selamat. Orang dewasa memiliki kewajiban untuk menciptakan lingkungan yang selamat. Anak-anak pun berhak mendapat pendidikan seputar keselamatan jalan (road safety).

Sebagai generasi penerus bangsa, anak harus mendapat perlindungan dalam keselamatan berlalulintas. Sebab, masih ada anak yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Edukasi keselamatan jalan diberikan oleh Jarak Aman dalam Touring bertajuk Wisata Panti Symci Road Trip 2018. Selain Jarak Aman, program ini turut didukung oleh beberapa elemen publik, yaitu komunitas Wisata Panti, Symci, Jarak Aman, dan Independent Bikers Club (IBC) Jakarta.

Loading...


Pengetahuan Keselamatan Jalan

Kegiatan ini juga melibatkan Kementerian Perhubungan sebagai dukungan material informasi keselamatan jalan, nara sumber, dan helm bagi anak-anak panti. Kegiatan berlangsung selama dua hari, di Griya Sawah Lega, Bogor, Jawa Barat, 17-18 Februari 2018. Edukasi keselamatan jalan dilakukan pada hari pertama, mulai dari perjalanan hingga di lokasi. Di area tempat menginap, edukasi dilakukan sambil bermain dan berdiskusi.

“Bagaimana caranya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Pendekatan yang saya lakukan berbasis pada apa itu berlalu lintas jalan yang Baik dan Benar. Cara yang baik, tentu saja lawannya adalah buruk, merujuk pada etika dan norma yang berlaku di masyarakat kita. Sedangkan berlalu lintas yang benar, dengan lawannya berlalu lintas yang salah, berpatokan pada regulasi yang berlaku, yakni Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” jelas Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Loading...


Pengetahuan Keselamatan Jalan

Sebanyak 17 anak dari Panti Yatim Indonesia (PYI) dibonceng anggota kelompok sepeda motor Sym Club Indonesia (Symci) dari kawasan Tebet, Jakarta Selatan menuju kawasan Puncak, Bogor. Perjalanan touring menggunakan sepeda motor itu berhenti satu kali di Kota Bogor untuk istirahat sekaligus beranjangsana ke dealer motor Mekar Motor, di Jalan Pajajaran, Bogor.

“Kegiatan ini kami rancang cukup lama dan bagian dari kegiatan Wisata Panti untuk mengedukasi anak-anak panti asuhan. Kali ini bekerja sama dengan Symci, IBC, Jarak Aman, dan Kemenhub. Tujuannya untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak sekaligus mengedukasi mereka agar lebih aman dan selamat saat di jalan raya,” tutur Danu, founder Wisata Panti, di Bogor, Sabtu (17/2/2018).

Loading...


Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Direktorat Pembinaan Keselamatan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Sapril Imanuel G memaparkan tentang pentingnya memakai perlengkapan perlindungan keselamatan saat bersepeda motor. Kemenhub juga mengajak anak-anak untuk senantiasa mematuhi rambu dan marka jalan ketika berlalu lintas jalan.

Pengetahuan Keselamatan Jalan

Menurut Edo, adalah hal penting mengajak sinergi elemen publik dan kemenhub untuk membangun sistem keselamatan jalan di lingkungan panti PYI. Membangun sistem agar pengelola panti senantiasa mengedukasi seluruh warga panti agar mempunyai budaya keselamatan jalan. Mulai dari adanya papan informasi seputar keselamatan jalan, papan informasi mengenai marka rambu, hingga para pengelola panti memberi teladan kepada anak-anak panti.

Loading...


“Jangan menyerah, tetap optimistis. Semua pasti ada jalannya,” tutur Firdi, ketua Symci.

Sementara itu Abi, salah seorang perwakilan pengelola panti mengatakan “Buat kami ini adalah hal baru, termasuk touring dan edukasi keselamatan jalan bersama komunitas lain. Kami berterimakasih. Anak-anak senang sekali mengikuti touring ini. Mereka belum pernah.”

Touring, menurut Edo, hanya salah satu fitur dalam mengedukasi anak-anak maupun pengelola panti. Edukasi yang diberikan selama dalam perjalanan maupun di lokasi touring, melengkapi apa yang akan hendak dibangun selanjutnya, yaitu budaya keselamatan di kawasan panti tempat anak-anak bermukim.

Loading...


Harapannya, kelak ketika mereka sudah kompeten berkendara menjadi pengemudi yang humanis. Mereka yang memprioritaskan keselamatan. Sudi bertoleransi dan menaati aturan demi keselamatan bersama, bukan semata keselamatan diri sendiri. Intinya, selamat sampai tujuan, bukan semangat sampai tujuan.