Pertama di Indonesia, Modifikasi Motor Masuk Kurikulum Pendidikan SMK

Sesuai arahan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, bahwasanya setiap Sekolah Menengah Kejuruan harus menciptakan siswa-siswi yang memiliki kecakapan keterampilan, keahlian dan siap kerja. Untuk mencapai hal tersebut, SMK PGRI 23 Jakarta membuat sebuah inovasi baru dalam dunia pendidikan yaitu dengan memasukan muatan lokal custom atau modifkasi sepeda motor dalam kurikulum pendidikan kejuruan otomotifnya.

SMK PGRI 23 Jakarta

Mata pelajaran muatan lokal merupakan seperangkat rencana yang meliputi tujuan, isi dan bahan pelajaran disusun oleh satuan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah. Kebutuhan daerah dan lingkungan masing-masing sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan tertentu. Suatu sekolah diberikan kebebasan untuk memilih mata pelajaran muatan lokal, muatan lokal dapat berupa bahasa asing atau keterampilan.

SMK PGRI 23 Jakarta merupakan sekolah formal jenjang pendidikan menengah yang secara status dan realitasnya sama persis dan setara dengan SMU, baik jenjang maupun kurikulumnya. Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 23 Jakarta memilih keterampilan sebagai muatan lokalnya, salah satu keterampilannya adalah keterampilan otomotif dalam bidang modifikasi sepeda motor. Merupakan sebuah trobosan baru bahwa sekolah kejuruan otomotif yang biasanya membekali siswanya dengan ilmu teknik mesin kini mengajarkan teknik memodifikasi sepeda motor.

SMK PGRI 23 Jakarta

H. Mansyur M, S.Pd, Kepala Sekolah SMK PGRI 23 Jakarta

“Mengikuti arahan dari Bapak Presiden Jokowi untuk menciptakan siswa dan siswi yang siap kerja dengan keahlian dan ketrampilan yang cukup, maka kami memasukan muatan lokal ini sebagai sebuah terobosan baru didunia pendidikan Indonesia.” ungkap H. Mansyur M, S.Pd, Kepala Sekolah SMK PGRI 23 Jakarta.

Keterampilan custom sepeda motor dipilih menjadi salah satu keterampilan di SMK PGRI 23 Jakarta karena sesuai dengan visi dan misi sekolah, besarnya peluang bisnis di bidang otomotif, membekali siswa dengan keterampilan. Pelaksanaan keterampilan ini nantinya masuk dalam kurikulum jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan  diharapkan bisa bersinergi dengan jurusan lainnya yaitu Rekayasa Perangkat Lunak dan Administrasi Perkantoran.

Program terbaru dalam dunia pendidikan ini tentunya sangat menarik, setiap siswa diharapkan bisa berkreasi sesuai dengan imajinasi dan bakat seni yang dimiliki untuk meng-custom sepeda motor. Seperti yang diutarakan oleh salah satu siswa kelas X Rizki Maulana “Sangat menarik, saya berharap bisa berkreasi dan menjadi modifikator terkenal. Sangat beruntung sekali di sekolah ini saya bisa mendapatkan ilmu bagaimana meng-custom sepeda motor. ujar Rizki.

SMK PGRI 23 Jakarta

Bekerjasama dengan After School Custom yang merupakan salah satu bengkel modifikasi yang dimiliki oleh salah satu guru di SMK PGRI 23, sejak kelas X siswa telah dibekali dengan keterampilan otomotif custom sepeda motor. Bentuk evaluasi pembelajaran keterampilan mulok tersebut berupa tes tulis, praktik dan lisan yang diadakan pada saat Ulangan Harian, UTS, dan UAS.  Dari muatan lokal ini diharapkan siswa memiliki keterampilan khusus  yang biasanya didapatkan dari pendidikan tambahan diluar pendidikan formal.

“Kami akan mengkondisikan pembelajaran yang aktif dan menarik dengan menggunakan metode pembelajaran yang membuat siswa lebih berfikir aktif dan kreatif serta memanfaatkan sumber belajar yang ada dengan maksimal csehingga tercapai keberhasilan pembelajaran keterampilan otomotif. “ ungkap Erik, Instruktur mulok Custom sepeda motor yang juga sekaligus pemilik dari After School Custom dan guru Bahasa Indonesia SMK PGRI 23 Jakarta.

Tidak hanya sekedar ilmu modifikasi sepeda motor saja, para siswa juga akan dibekali dengan ilmu cara berkendara yang baik dan benar serta ilmu balap, dengan menghadirkan instruktur yang berpengalaman. Dari pembekalan ini juga diharapkan para siswa bisa menyalurkan bakat yang dimiliki sesuai dengan aturan yang ada dan melakukan kegiatan positif serta penuh dengan prestasi.

Comments
Shares