Pertamina Gelar Trauma Healing Untuk Korban Banjir Bandang Garut

Selain bantuan sandang, pangan dan papan serta obat-obatan, salah satu bantuan yang diperlukan para korban bencana alam adalah penyembuhan trauma. Dan itu yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III kepada korban banjir bandang yang menyapu Garut.

Pertamina menyediakan bantuan trauma healing agar dapat meringankan beban psikologis bagi warga terdampak. Program bantuan trauma healing ini terlaksana berkat kerjasama Pertamina dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Kegiatan trauma healing dilaksanakan di tiga desa, yakni Sukamulya, Mangkuraya Gandasari, dan Sindang Reret.

Dalam program trauma healing tersebut, warga masyarakat terutama anak-anak diajak untuk beraktivitas dalam beberapa sesi permainan dan diskusi. Dalam kesempatan itu, warga juga menerima bantuan berupa paket pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga terdampak banjir.

“Bantuan trauma healing ini diharapkan dapat membantu pemulihan psikologis para warga terdampak, terutama anak-anak agar kembali tenang dan bisa beraktivitas seperti sedia kala,” ungkap Yudy Nugraha, Area Manager Communication & Relations PT Pertamina (Persero) Jawa Bagian Barat.

Kegiatan trauma healing tersebut merupakan bagian dari program Pertamax Pertalite Berbagi. Sebuah program yang terlaksana atas kerjasama Pertamina dengan Hiswana Migas Wilayah Priangan Timur yang berkomitmen menyisihkan 2,5% margin keuntungan dari setiap pelanggan yang membeli produk Pertamax dan Pertalite di wilayah Priangan Timur.

Sebagai salah satu perusahaan yang berada di wilayah tersebut, sejak awal kejadian Pertamina sudah terjun membantu warga dengan membangun Posko Darurat. Posko tersebut akhirnya dijadikan pusat koordinasi bantuan dari seluruh BUMN se Indonesia untuk para korban banjir di Garut.

“Pertamina melalui program kemanusiaannya akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Semoga kehadiran kami dapat meringankan beban para warga terdampak. Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat,” tutup Yudy.

Comments
Shares