Pesona Suzuki Katana Kembali Menggoda di GIIAS 2019

Suzuki WEB Motorcycle Show

Setelah memajang Suzuki Katana di Jakarta Fair 2019, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tak hentinya menggoda pecinta Suzuki. Di GIIAS 2019, Suzuki kembali memajang Katana.

Suzuki Katana

Motor sport bergaya klasik yang dikenalkan pada tahun 1979 hingga 1980an, kembali unjuk diri dengan tampilan terbaru.

Loading...


Suzuki Katana yang ditampilkan kali ini merupakan versi terbaru dipamerkan pertama kali di Intermot 2018 di Koln, Jerman.

Ciri khas dari Katana yaitu memiliki lampu depan yang menyatu pada fairing. Namun pada Katana tidak memiliki full fairing layaknya motorsport pada umumnya, melainkan bermodel half fairing atau setengah bodi dan desain tersebut masih dipertahankan pada Katana versi terbaru ini.

Suzuki Katana

Loading...


Beberapa teknologi modern juga turut diaplikasikan pada motor gambot ini, seperti speedometer berlayar LCD, serta menggunakan headlamp LED lengkap dengan Daytime Running Light (DRL). Pada bagian suspensi menggunakan upside down 43 mm pada bagian depan serta monosok KYB untuk mendukung suspensi belakang.

Mesin All New Katana ini dibekali dengan mesin empat silinder segaris, berpendingin cairan berkapasitas 999 cc. Tenaga yang dihasilkan juga pastinya besar, yaitu 150 dk/10.000 rpm serta torsi maksimal 108 Nm/9.500 rpm.

Meski telah menarik minat banyak orang sejak dipamerkan di Jakarta Fair 2019, Katana ini belum bisa dijual di Indonesia.

Loading...


“Kemungkinan untuk menjual Katana terbaru ini masih fifty-fifty, sementara kita hanya mendisplay saja.” Ungkap Banggas Pardede, Marketing Manager 2W PT SIS.

Sementara itu, Yohan Yahya, 2W Sales & Marketing Departement Head PT SIS pernah mengeluarkan komentar yang sama bahwasanya untuk bigbike Suzuki ini dipajang untuk melihat potensi pasar terlebih dahulu.

“Ya ini kita lihat dulu test market dulu, tapi jika memang ada yang mau membelinya kita bisa jual,” tegas Yohan.

Loading...


Dalam kesempatan tersebut, Yohan juga menjelaskan harga jual motor ini berada dikisaran Rp 500 jutaan off the road.

“Ya kalau dijual bisa sekitar Rp 500 jutaan off the road, bisa dihitung sendiri untuk biaya lainnya.” Ujarnya seraya tersenyum.

Loading...


Comments are closed.