Petualangan Wheel Story 5 Sudah Sampai Mozambique

Mario Iroth yang sedang menjalani petualangan Wheel Story 5 kembali menceritakan perjalanannya tersebut kepada Zonbie. Berikut sepenggal cerita yang disampaikan dari benua Afrika pada hari 22-26…

Sewaktu tinggal di Backpackers, Manzini Swaziland, kami bertemu dengan pasangan yang sedang keliling dunia dengan menggunakan motor, Ferry (asal dari Belanda) dan Gulçin (asal dari Turkey). Ternyata mereka pertama kali jumpa di Pulau Togean Sulawesi sehingga Indonesia sangat spesial bagi mereka. Bahkan Gulçin bisa sedikit berbahasa Indonesia. Setelah ngobrol panjang lebar petualangan bermotor kami dan ternyata memiliki rute yang sama yaitu ke Mozambique, akhirnya kami putuskan untuk riding bersama.

Dalam perjalanan ke arah perbatasan, kami putuskan untuk kemping disebuah desa di atas gunung yang harus melewati jalanan offroad sekitar 15km. Disana terdapat mountain camp yang murah untuk kami membuka tenda di antara rumah tradisional dengan pemandangan spektakuler. Dan malamnya kami melakukan Braai (BBQ ala Africa) bersama sambil bercerita tentang keindahan alam Indonesia.

Exit dari Swaziland tidak ada masalah dan pemegang paspor Indonesia mendapatkan visa on arrival Mozambique dan proses sangat lancar, dan untuk sepeda motor kami di haruskan membeli third party insurance yang bisa di dapatkan di border. Proses ini kurang lebih memakan waktu 30 menit.

Setelah semuanya beres dan siap riding, Ferry menyadari kalau handphonenya tertinggal di tempat kemping di Swaziland, akhirnya Ferry harus riding sendiri kembali ke Swaziland sekitar 25km melewati jalan offroad lagi dan kami menunggu di perbatasan Mozambique sekitar 1,5 jam.

Riding di Mozambique sama seperti riding di Indonesia yaitu berada di jalur sebelah kiri. Bahasa yang digunakan adalah Porto, membuat kami agak kesusahan ketika membeli sim-card karena minimnya yang bisa berbahasa Inggris. Untuk masalah lalu lintas disini sangat ketat, banyak check-point di jalan raya. Terkadang sambil menikmati suasana kami lupa mengecek batas kecepatan motor sehingga kami di berhentikan dua kali oleh polisi lalu lintas untuk menegur bahwa kami over speed. Dan syukurlah masyarakat dan polisi disini sangat ramah.

Hari sudah sore dan kami dapati lokasi kemping di tepi pantai, namun harus melewati sekitar 10km jalur offroad berpasir untuk menuju tempat tersebut. Dan view dari tempat kemping menghadap Indian ocean, dimana pada bulan tertentu bisa melihat kawanan Paus namun sayang sekarang adalah akhir dari musim tersebut. Tetapi bila jeli masih bisa terlihat beberapa Paus berada sekitar 500 meter dari tepi pantai.

Saat memacu motor di track offroad berpasir, saya bisa merasakan akselerasi motor setiap kali saya menarik tuas gas. Performa mesin yang mantap dan tanpa ada masalah dengan Oli Castrol Power1 memberikan perlindungan mesin maksimal dan perjalanan kami sangat mengasikkan.

Dari sini kami pun harus berpisah dengan Ferry dan Gulcin karena mereka akan melanjutkan perjalanan ke bagian arah timur Mozambique dan sementara kami akan kembali ke arah Barat menuju Cape Agulas (Southern most point Africa). Nantikan cerita petualangan kami selanjutnya. (Mario Iroth)

Comments
Shares