Polisi Akan Tambah Kamera Tilang Elektronik, 5 Pelanggar Ini Jadi Target Utama

Kamera Tilang Elektronik

Ditlantas Polda Metro Jaya akan menambah pemasangan kamera tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement di beberapa titik ruas jalan Ibu Kota.

Setidaknya, Ditlantas Polda Metro Jaya telah mengajukan proposal penambahan 50 unit kamera tilang elektronik tersebut ke Pemprove DKI Jakarta.

“Tahun 2021 ini kita akan kembangkan tahap ketiga dengan penambahan sekitar 50 kamera (ETLE) baru. Proposal sudah kita ajukan ke pemda DKI sebagai hibah kepada kita,” ujar Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo beberapa hari lalu.

Loading...


Baca Juga :

Merokok Saat Berkendara Akan Ditindak Lewat Tilang Elektronik

Tilang Elektronik Sepeda Motor Sepekan Diberlakukan Ribuan Pelanggar Terjaring

Loading...


“Saat ini kamera ETLE Jakarta ada 57 kamera dan itu adalah tahap kedua,” lanjutnya.

Penambahan kamera tersebut bertujuan untuk melakukan penindakan kepada pelanggar aturan berkendara di jalan raya sekaligus untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara.

Setidaknya ada 5 jenis pelanggar yang jadi incaran kamera tilang elektronik tersebut. Pengendara yang melakukan pelanggaran dan terekam kamera tilang elektronik akan menerima surat tilang.

Loading...


Kamera Tilang Elektronik Incar Pelanggar Ini

Berdasar Undang-Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, beberapa pelanggaran yang bisa ditindak antara lain:

Tidak Pakai Helm

Bagi pengendara sepeda motor yang tak pakai helm dan terekam oleh kamera tilang leketronik tersebut, bersiaplah menerima surat tilang.

Loading...


Aturan penggunaan helm sudah diatur dalam undang-undang No 22/2009 Pasal 106 ayat 8 yeng berbunyi “Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor dan penumpangnya wajib mengenakan helm sesuai standar nasional Indonesia (SNI).

Hukuman yang diberikan bagi pelanggar termuat pada Pasal 290, yaitu kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp 250,000.

Berkendara Sambil Main HP

Loading...


Aturan larangan berkendara motor atau mobol sambil mengoperasikan HP atau gawai tertuang pada Pasal 283 UU No 22/2009.

Pengemudi yang melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi keadaan yang mengganggu konsentrasi di jalan akan dipidana kurungan maksimal 3 bulan atau denda Rp 750,000.

Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Marka Jalan

Loading...


Sesuai pasal 287 ayat 1, pelanggaran ini akan mendapat hukuman kurungan penjara 2 bulan dan denda Rp 500,000.

Tidak Pakai Sabuk Keselamatan

Sesuai pasal 289, pengendara mobil atau penumpangnya yang tidak mengenakan sabuk pengaman yang terekam kamera tilang elektronik akan diganjar hukuman 1 bulan penjara atau denda maksimal Rp 250,000.

Loading...


Menggunakan Pelat Nomor Palsu

Perlu diketahui, kamera tilang elektronik tak cuma menangkap gambar pelanggar seperti pada poin nomor 1 – 4 saja, tapi juga bisa mendeteksi pelanggaran pelat nomor palsu.

Hukuman bagi pengendara yang kendaraannya diketahui dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) palsu, sesuai aturan Polri akan dihukum dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500,000.

Loading...


Dengan adanya penambahan kamera tilang elektronik dengan beragam hukuman yang akan dikenakan kepada pelanggar, diharapkan akan mengurangi tingkat pelanggaran berlalu lintas dan meningkatkan kesadaran untuk tertib berkendara.

Buat Sobat Zonbie sekalian, sudah sepatutnya berkendara dengan tertib dan sesuai aturan berlalu lintas. Karena tujuannya bukan untuk menghindari tilang dari kepolisian tapi demi keselamatan berkendara untuk diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here