Woyy, jangain dulu jalanannya biar sepii via : Harianterbit.com

Polisi Ngusir Balap Liar, Sama Aja Main Kucing-kucingan. Kenapa?

Mungkin Polisi udah gerah kali yaa ngurusin anak-anak Balian [Balap liaran] yang tiap malem bikin rame jalan raya, akhirnya dipikirin deh formula biar para Pebali [Pembalap liar] punya tempat aman dan nyaman tanpa harus ganggu warga sekitar dan pengguna jalan raya lain. Mungkin karena itu juga akhirnya ada wacana melegalkan balapan liar.

Wuiihh.. Ini 1000 an motor balap liar diamankan via: tribunnews.com
Wuiihh.. Ini 1000 an motor balap liar diamankan via: tribunnews.com

Soalnya nih, ngusir atau nangkepin para pebali itu kayak usaha yang sia-sia. Sama aja kayak main kucing-kucingan antara Polisi dan Pebali. Di usir atau ditangkepin saat balapan nya jam 10 malem, ehh mereka dateng lagi jam 1 dini hari. Di usir saat main jam 1 pagi, ehhh mereka malah main lebih pagi, jam 3 atau jam 4 pagi. Dijagaian sampe pagi, ehh mereka mainnya besok. Terus aja kayak gitu. Kan capeek.

Ada plokisss. Kaboooorrr broo.. via okezone.com
Ada plokisss. Kaboooorrr broo.. via okezone.com

“Banyak Polisi dan pembalap liar selalu kucing-kucingan. Saat diusir atau diamankan mereka pergi, tapi saat anggota pergi mereka datang lagi,” gitu kata Kapolresta Tangerang Kombespol Irman Sugema, SH. Sik di BSD Tangerang.

Ada bisnis di balik balapan. UUD
Ada bisnis di balik balapan. UUD

Maklumlah, soalnya balapan liar udah jadi mata pencarian bagi sebagian orang yang terlibat di dalamnya. Joki misalnya. Kan bisa dapet duit dari balapan liar, apalagi kalau menang. Bengkelnya juga gitu. Selain dapet duit dari balapan, nama bengkelnya jadi makin dikenal, ujung-ujungnya banyak pemotor yang minta motornya dikorek ama tuner nya. Duit lagi kaan.

Kalau diliat dari sudut pandang lain, balapan liar sebenarnya ada sisi positifnya. Misalnya buat mengasah skill balap 201 meter atau 401 meter. Karena melesatkan motor di jarak 201 meter atau 401 meter dalam waktu sesingkat-singkatnya nggak mudah loh. Si joki kudu lihai ngendaliin motor bertenaga besar dan liar, gimana bisa melesat sesempurna mungkin tampa kehilangan tenaga di tiap giginya. Juga gimana caranya biar ban depan gak wheelie saat kopling dilepas bersamaan mesin sedang di rpm tinggi.

Balapan 201 meter itu nggak mudah lohh.. via potobalap.com
Balapan 201 meter itu nggak mudah lohh.. via potobalap.com

Yang salahnya karena mereka balapan bukan di lokasi yang tepat, di sirkuit misalnya. Jadi mengganggu ketenangan warga dan pengguna jalan raya kan. Apalagi sampe menutup jalan raya sambil nunggu dua pembalap liar melesat ke titik yang udah ditentukan. Bikin kesel pastinya.

Soal safety juga super minim serta membahayakan diri sendiri dan orang lain. Gak pake perlengkapan riding yang bener dan gak ada pembatas antara penonton dan pembalap. Mereka kadang nggak pake helm. Seenggaknya mereka harus pakai helm standar SNI, sarung tangan, sepatu dan jaket. Ehh tapi umumnya mereka nggak pake jaket sih. Salah satu alesannya biar hambatan anginnya berkurang dan mengurangi bobot joki. Kalau jaketnya berat kan berpengaruh pada akselerasi.

Wuiihh kereen. helmnya transparan. via dragbike.id
Wuiihh kereen. helmnya transparan. via dragbike.id

Kenapa mereka balapan liar? Mungkin juga karena keterbatasan biaya buat jadi peserta balap drag. Atau juga nggak punya tim. Atau juga nggak punya seponsor dan atau-atau lainnya. Bisa jadi begitu, bisa juga nggak begitu.

Tongpess.. via: beritaasli.com
Tongpess.. via: beritaasli.com

Nah, artian melegalkan bukan berarti Polisi membiarkan mereka balapan liar saban malem. Itumah sama aja membiarkan mesin pembunuh menghabisi anak-anak generasi penerus Negeri. Tapi Polisi dan pihak terkait, IMI [Ikatan Motor Indonesia] misalnya, lebih sering membuat event drag race berbiaya murah, kelasnya banyak, syaratnya nggak ribet. Yah intinya biar ada fasilitas buat mereka meluapkan kemampuannya melesat di trek 201 meter.

Balapannya sama-sama 201 meter. Tapi ini resmi.
Balapannya sama-sama 201 meter. Tapi ini resmi.

“Dengan adanya fasilitas untuk mereka balapan, diharap bisa mengurangi balapan liar di malam hari,” tambah Sugema.

Kombespol Irman Sugema saat pembukaan Drag Race di Paramount Serpong
Kombespol Irman Sugema saat pembukaan Drag Race di Paramount Serpong

Sambil mereka balapan, manager tim balap resmi bisa mantau deh, siapa aja nih joki yang gape geber motornya. Kalau nemu langsung rekrut jadi pembalap resminya. Kalau begitu kan sama-sama enak. Mekanik dan bengkel bisa berkreativitas dalam mengembangkan mesin balap, joki ada pelampiasan balapan, sponsor dapet publikasi, penyelenggara juga dapat fulus dari sponsor kan. Iya gak..?

Comments