Tuesday, April 20, 2021

Produsen Knalpot Purbalingga Harap Aturan Knalpot Racing Ditunda

Razia knalpot racing tengah marak dilakukan. Banyak pengguna sepeda motor dengan knalpot yang sudah diubah dengan model non-standar menjadi tipe racing kemudian diberi sanksi.

Razia tersebut membuat pasar knalpot racing meringkuk. Para pengguna disinyalir untuk sementara tutup niat dulu untuk belanja knalpot racing. Di sisi lain, efeknya berpengaruh ke perajin knalpot Purbalingga.

“Itu beban baru buat produsen knalpot. Kita bicara kondisi knalpot hari ini, ada tiga permasalahan,” ujar Agus Adiatmaja, Penasihat Paguyuban Apik Bangga (Asosiasi Pengrajin Knalpot Purbalingga) sekaligus seorang pengusaha knalpot.

Problem pertama, menurut Agus, adalah pandemi yang efeknya ke mana-mana. Tidak cuma produsen knalpot, pandemi saat ini memukul sejumlah lini perekonomian.

“Kedua, ada kenaikan bahan baku, semua bahan logam naik hampir 30 persen. Lalu ketiga, banting harga jadi ada persaingan harga murah,” kata dia.

Yang keempat adalah tambahan baru berupa razia. Problem ini sendiri menurut Agus berefek tidak hanya di Purbalingga.

“Bandung, Jakarta, Yogya, Sidoarjo, terutama motor. Karena itu yang kena razia motor,” tambah Agus.

Aturan mengenai kebisingan knalpot sendiri antara lain mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.56/menlhk/setjen/kum.1/10/2019 tentang Baku Mutu Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru dan Kendaraan Bermotor yang sedang Diproduksi Kategori M, Kategori N, dan Kategori L.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Update