Produsen Motor Honda Lestarikan Keanekaragaman Hayati di Jawa Barat

Produsen Motor Honda Lestarikan Keanekaragaman Hayati Jabar
created by dji camera

Produsen motor Honda lestarikan keanekaragaman hayati di Jawa Barat dengan menanam 1.200 pohon yang tersebar di dua Kabupaten.

Produsen motor Honda, PT Astra Honda Motor (AHM) berupaya menjaga keanekaragaman hayati negeri dengan menanam 1.200 pohon yang tersebar di dua Kabupaten di Jawa Barat.

Baca Juga : 4 Hal Penting Tentang Minyak Rem yang Perlu Diketahui Bikers, Jangan Cuma Tau Kanpas Rem Saja

Baca Juga : Mengingat Kembali Fungsi Oli Mesin Tak Cuma Melumasi Komponen, No 3 Bikin Hati Nyaman

Program ini dikembangkan produsen motor Honda agar dapat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi penanaman pohon.

Produsen Motor Honda

Program yang secara konsisten dijalankan oleh produsen motor Honda ini untuk menjaga keanekaragaman hayati dalam ekosistem alam sudah berjalan selama hampir dua dekade.

Tahun ini, program pelestarian lingkungan ini dilakukan dengan menanam 500 pohon buah langka dan lokal khas nusantara di Bukit Cibakung, Kampung Cidadap, Kabupaten Bandung Barat yang berlangsung pada pekan lalu (30/9).

Baca Juga : Indikator MIL Menyala dan Berkedip Ini Permasalahan Motor Berdasarkan Kedipan Lampunya

Baca Juga : Tarikan Motor Lemot dan Boros Bensin, Cepat Periksa Warna Ujung Busi Motor Sekarang

Secara terpisah, AHM juga menanam 700 pohon mangrove di pesisir pantai utara Jawa bertempat di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

AHM secara berkesinambungan melakukan penanaman pohon dan perawatan untuk menjaga ekosistem darat dan laut untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitarnya.

Di Desa Segarajaya atau yang lebih dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Bekasi dengan nama Jembatan Cinta Tarumajaya, AHM telah menanam 6.500 pohon mangrove.

Produsen Motor Honda

Produsen Motor Honda Telah Tanam 10.250 Pohon

Selain di desa ini, produsen motor Honda berlambang sayap tunggal ini juga telah menanam sekitar 10.250 pohon mangrove di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan di Muaragembong, Bekasi sebagai upaya konservasi Bekantan dan Lutung Jawa sebagai fauna asli Indonesia.

Buah dari pohon mangrove ini pun dapat dimanfaatkan untuk menjadi kreasi panganan lokal sebagai salah satu pendapatan masyarakat seperti kerupuk dan sirup.

Selain itu, keberadaan mangrove mampu meningkatkan penghasilan masyarakat di sektor pariwisata dan menambah pendapatan nelayan di sekitar kawasan hutan mangrove tersebut.

Sementara itu, upaya dalam melestarikan buah langka dan lokal Nusantara dilakukan di Pranaraksa Center yang telah digulirkan sejak tahun 2019. Di tempat ini telah ditanam sebanyak 1.500 pohon buah, sebagian di antaranya merupakan buah langka.

Bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam menjalankan program pelestarian keanekaragaman Hayati, AHM menanam sebanyak 32 jenis pohon buah yang berbeda, di antaranya 20 jenis buah langka yang hampir punah keberadaanya di negeri ini seperti Menteng, Mundu, Jamblang, Matoa, Bisbul, dan lainnya.

Bagi petani lokal, pohon buah yang ditanam merupakan buah produktif yang memiliki nilai ekonomis yakni 12 jenis pohon buah seperti Jambu Kristal, Manggis, Sawo Manila, Kelengkeng, Alpukat, dan lain sebagainya.

Penghijauan menjadi salah satu program kepedulian lingkungan AHM di berbagai daerah di penjuru Tanah Air yang bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah setempat.

Tercatat lebih dari 223.700 pohon telah ditanam sejak 2012 di seluruh Indonesia dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungannya.

Program Penghijauan AHM ini juga turut didukung oleh Yayasan AHM, PT Hitachi Astemo Bekasi Manufacturing, PT Musashi Auto Parts Indonesia, PT Suryaraya Rubberindo Industries, dan PT Yutaka Manufacturing Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here