Scooter Bee, Perempuan-Perempuan Cantik Penunggang Lebah Besi

Scooter Bee

Scooter Bee, jadi salah satu komunitas penunggang Vespa yang diisi oleh kaum perempuan. Para anggota yang rata-rata masih duduk di bangku kuliah ini berkomitmen, melalui komunitas yang diusungnya akan memberi warna baru di dunia komunitas motor dan bisa memberi dampak positif kepada masyarakat.

Scooter Bee dibentuk sebagai sebuah komunitas berbasis sosial dan diharapkan akan menjadi pemersatu dari sekian banyak komunitas yang rata-rata beranggotakan laki-laki. Mereka juga betekad untuk menjadi jembatan komunikasi bagi sesama komunitas Vespa lainnya yang diwujudkan melalui keaktifan mereka menghadiri undangan riding bareng ataupun kegiatan-kegiatan komunitas lainnya.

Loading...


“Nama Scooter Bee diambil dari para penunggang Scooter Vespa dan Barbie yang identik dengan perempuan. Tapi karena Barbie sendiri adalah sebuah brand, akhirnya nama komunitasnya sedikit disederhanakan menjadi Scooter Bee dimana kata Bee sendiri artinya Lebah, seperti Vespa ini, si Lebah Besi,” ujar Irhamna Rahmadani, salah satu anggota Scooter Bee.

Perempuan yang akrap disapa Iam ini pun menjelaskan, dasar dari komunitas ini adalah kebersamaan atau tak hanya menonjolkan dari salah satu membernya saja. Sebagai contoh, untuk setiap kegiatan Scooter Bee ini diatur secara manajemen komunitas dengan dikoordinir oleh beberapa koordinator untuk membantu jalannya komunitas supaya tetap kompak dan teratur. Karena itu, Scooter Bee tak menunjuk ketua dan pengurus seperti kebanyakan komunitas. Mereka menerapkan sistem leader bergilir dimana sistem itu diaplikasikan di setiap kegiatan.

Loading...


“Kalau ada touring misalnya, yang mimpin trouring saat itu si A. Tapi untuk touring atau kegiatan lainnya akan dipimpin oleh anggota lainnya. Sistem rotasi itu bertujuan agar setiap member bisa belajar menjadi pemimpin dan mengelola komunitas,” tutur Iam.

Keunikan yang diusung para perempuan cantik penunggang Vespa ini adalah penggunaan sarung tangan sebagai pembeda antara anggota dan pemimpin di saat kegiatan. Seluruh anggota menggunakan sarung tangan kulit berwarna coklat, tapi untuk yang bertugas sebagai pemimpin dalam kegiatan menggunakan sarung tangan berwarna kuning. “Sarung tangan warna kuning itu akan digilir, tergantung siapa yang sedang diberi tanggung jawab,” lanjut Iam.

Loading...


Sampai saat ini, member Scooter Bee diisi oleh 20an member perempuan penunggang Vespa matik dan Vespa klasik. Mereka berharap, Scooter Bee bisa terus tumbuh dan berkembang.

“Komunitas ini unik, pengguna scooter Vespa yang anggotanya perempuan semua,” ucap Dini, anggota Scooter Bee asal Tangerang.

“Hal lain yang membuat saya mau gabung di komunitas, pastinya akan punya teman lebih banyak. Lagipula, melalui komunitas akan lebih mudah buat kenal sesama dan yang lainnya,” sambung mahasiswi Universitas Mercu Buana.

Loading...


Soal lokasi kopdar, mereka belum menentukan tempat yang akan dijadikan tempat kopdar tetap karena lokasinya bisa berpindah sesuai kesepakatan bersama. Namun saat ini, mereka sering melakukan kopsan di salah satu resto di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Loading...