Sejarah Honda CR750, Motor Balap Legendaris Pengubah Nasib

Buat penggemar balap di era modern, nama Honda CR750 mungkin terdengar asing. Tapi jika tidak ada CR750, mungkin Sobat Zonbie nggak akan mendengar ada juara dunia seperti Michael Doohan, Casey Stoner hinga Marc Marquez.

Pasalnya, CR750 merupakan salah satu model yang membawa Honda percaya diri untuk mengembangkan motor balap mereka di kancah dunia. Untuk itu, Zonbie coba ajak kembali ke era 1969 di mana motor ini pertama kali dikembangkan.

Menarik, karena ide awal pembangunan motor tersebut bukan datang dari Jepang, negara asal Honda. Melainkan datang dari seorang impotir asal Amerika yang gemas karena Honda belum mengembangkan CB750 sebagai mesin balap.

Pada saat itu orang-orang Jepang masih ragu-ragu untuk mengembangkan motor versi balap karena khawatir performa motor mereka  kurang bagus untuk menyaingi motor-motor balap yang mendominasi saat itu seperti dari Inggris, Amerika dan Italia.

Keyakinan mereka baru bangkit setelah sebuah motor balap kecil yang memenangkan dikejuaraan Bol d’Or Endurance 1969 yang diselenggarakan di Perancis. Tim R&D Honda berhasil mengembangkan mesin dengan peningkatan power hingga 96 dk dengan menggunakan mesin CB750 sebagai titik awal.

Meski basisnya motor standar, tapi ada sekitar lebih dari 200 part baru yang dikembangkan termasuk crankcase bahan besi yang baru, Cam dan cam chain tensioner, piston, connecting rods, crankshaft dan masih banyak lagi.

Sayangnya, karena waktu pengembangan yang mepet, motor mereka kerap bermasalah. Hingga akhirnya Honda percaya diri untuk mengirim 4 buah motor Honda CR750 dikirimkan ke Amerika  untuk mengikuti event Daytona 200 pada tahun 1970.

Pebalap di Amerika saat itu yaitu Dick Mann, Bill Smith, Tommy Robb dan Ralp Bryans. Setelah diteliti, Bob Jameson kepala mekanik Dick Mann menemukan masalah yang signifikan pada mesin.

Tim akhirnya memutuskan untuk menggunakan mesin standard CB750 dan dibangun kembali dengan komponen komponen dari CR750, khususnya penggunaan crankcase dari bahan alumunium. Sayangnya, kondisi ini sempat membuat intrik dalam tim yang berujung pada pemecatan salah seorang mekanik.

Untungnya, gelar juara dihasilkan Honda CR750 di Daytona 200. Sehingga meningkatkan nilai jual CB750. Selain itu, Honda juga menawarkan CR750 dalam jumlah terbatas untuk beberapa tim balap di Amerika dan Eropa.

Dan lewat kemenangan itulah hingga kini, pabrikan motor berlogo sayap mengepak itu terus mengembangkan motor balap di berbagai kelas dan kejuaraan dunia. 

Comments
Shares